ELSINDO, PALU- Sebanyak 13 siswa terbaik dari berbagai sekolah di Sulawesi Tengah berhasil melangkah ke babak semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 tingkat provinsi. Mereka akan bersaing di sejumlah cabang sains untuk mengharumkan nama sekolah sekaligus daerahnya.

Kepala Cabang Dinas Wilayah 1 Kota Palu dan Sigi, Kristi, mengatakan para peserta berasal dari Kota Palu, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Poso. Dari daftar yang dirilis, dominasi terlihat dari SMAS Al-Azhar Mandiri Palu yang berhasil meloloskan sembilan siswanya di berbagai cabang lomba.
“Di bidang Astronomi, Sulawesi Tengah diwakili oleh Muh. Andi Ar Razzaq Zulhamdan dari SMAN 3 Luwuk, Kabupaten Banggai. Sementara di bidang Biologi, terdapat dua nama dari Al-Azhar Mandiri Palu, yakni Victor Darrell Anggiratno dan Azalia Althafunnisa. Pada cabang Ekonomi, Felicia Chiquita Lukas dari SMAN 1 Palu menjadi satu-satunya perwakilan. Sedangkan di cabang Fisika, hadir Dzaki Almer Jamail Akbar dari Al-Azhar Mandiri Palu,” jelas Kristi.
Selain itu, lanjutnya, Amira Dwi Utari dari SMAN 3 Poso berhasil masuk semifinal di bidang Geografi, ditemani rekannya Miftha Dhiyaulhaq yang akan bersaing di cabang Informatika.
Untuk cabang Kebumian, Al-Azhar Mandiri Palu menurunkan dua wakil sekaligus, yakni Zahratussita dan Mohammad Alif Hafizh. Sedangkan di cabang Kimia, sekolah yang sama kembali mendominasi lewat Putu Agung Surya Prabawa dan Sofia Hanum Rasydidina.
Adapun di cabang Matematika, dua siswa Al-Azhar Mandiri Palu, Janssen Samuel Halim dan Aqilah Zahrah, siap unjuk kemampuan.
“Ke-13 siswa ini diharapkan mampu mengukir prestasi dan melanjutkan langkah ke tingkat nasional. OSN dikenal sebagai ajang bergengsi yang menjadi tolak ukur kualitas pendidikan sains di Indonesia,” tambah Kristi.
Rencananya, babak semifinal OSN tingkat provinsi ini akan digelar di SMAN 2 Palu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sulteng, Yunus, menegaskan bahwa pelaksanaan OSN tahun ini berbeda dari sebelumnya. “Kalau di tahun-tahun lalu, hasil lomba langsung dikirim ke nasional tanpa ada semifinal. Tahun ini berbeda, ada penyaringan di tingkat provinsi terlebih dahulu. Harapannya, dari 13 siswa ini lahir prestasi terbaik untuk Sulawesi Tengah,” ujarnya. (del)
















