• dinas pangan

165.880 Penduduk Sulteng Menunggak Pembayaran JKN BPJS Kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu, HS Rumondang Pakpahan (kiri) saat menjelaskan kondisi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada sejumlah wartawan. FOTO : istimewa

ELSINDO, Palu – Sebanyak 165.880 jiwa atau 5 persen dari jumlah penduduk di Sulawesi Tengah masih tercatat sebagai kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menunggak pembayaran iuran di BPJS Kesehatan.

 

Demikian hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu, HS Rumondang Pakpahan kepada sejumlah wartawan di salah satu cafe di Kota Palu , Jumat, 8 Desember 2023.

 

Ia mengaku bahwa untuk jumlah keseluruhan masyarakat di Sulawesi Tengah kurang lebih sekitar 3.123.662 penduduk. Begitu pula, kata dia, total kepesertaan yang saat ini telah mendekati 100 persen.

 

“Sementara yang menjadi problem saat ini keaktifan peserta, ada 13 persen atau 418.324 ribu jiwa dari total penduduk Sulteng tercatat non aktif sebagai kepesertaan program JKN di BPJS Kesehatan,” ujarnya.

 

Sedangkan, kepesertaan aktif hingga kini sebanyak 2.560.005 atau 81,96 persen. Selain itu, pihaknya menggalakkan informasi bahwa peserta diharapkan dapat melakukan pembayaran maksimal tanggal 10 setiap bulannya. 

 

Kota Palu menjadi daerah dengan total tunggakan terbesar yakni mencapai Rp40,2 miliar. Sedangkan daerah dengan jumlah tunggakan terendah yaitu Kabupaten Buol senilai Rp5,8 miliar,” ungkapnya. 

 

Bila melihat berdasarkan jenis kelas, penunggakan iuran terbesar terjadi pada peserta BPJS Kesehatan kelas tiga dengan nilai Rp52,2 miliar. Disusul kelas dua sebesar Rp34,4 miliar, dan kelas satu sebanyak Rp32,9 miliar.

 

“Untuk total piutang sebesar Rp119,6 miliar, meliputi tujuh wilayah yaitu Kabupaten Buol, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi, Kabupaten Tolitoli, dan Kota Palu,” jelasnya.

 

Sebagai upaya mengurangi tunggakan iuran, BPJS Kesehatan Cabang Palu terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk membayar tunggakan tersebut agar segala fasilitas JKN dapat dinikmati kembali.

 

“Peserta BPJS Kesehatan diharapkan memiliki kesadaran untuk membayar kewajiban iuran melalui kanal layanan, baik secara langsung maupun dalam bentuk cicilan melalui program BPJS yang bertajuk Rencana Pembayaran Bertahap (Rehab),” harapnya. (TIM)