Sinergi Tingkatkan Literasi, Dispusarda Sulteng dan MAN IC Palu Teken Mou

Plt Kadispusarda Sulteng, Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., saat foto bersama dengan Kamad MAN IC Palu, Mardiati Rosmah, usai teken MoU. (FOTO: DOK DISPUSARDA)

ELSINDO, PALU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarda) Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong transformasi perpustakaan sekolah agar lebih adaptif dan inspiratif di era digital. Komitmen ini diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dispusarda dan MAN Insan Cendekia (IC) Kota Palu, Minggu (5/5/2025).

Plt. Kepala Dispusarda Sulteng, Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., hadir langsung dalam lokakarya literasi sekaligus membawakan materi seputar pentingnya perpustakaan berbasis Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

“Perpustakaan bukan sekadar gudang buku, tapi harus jadi ruang kreativitas dan pusat intelektualitas generasi muda,” tegas Idham di hadapan peserta.

Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan koleksi fisik dan digital, pemanfaatan teknologi seperti katalog digital dan e-book, serta strategi promosi seperti pelatihan dan lomba literasi untuk meningkatkan minat baca.

Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat menjalin kolaborasi dalam, pertama, pengembangan koleksi perpustakaan yang relevan dan berkualitas. Kedua pelatihan pustakawan dan guru dalam pengelolaan layanan berbasis teknologi. Ketiga dukungan kegiatan literasi seperti Lomba Perpustakaan Tingkat SMA/SMK/MA se-Sulteng 2025.

Muh. Idham Khalid menaruh harapan besar agar MAN IC Palu bisa menjadi juara lomba perpustakaan 2025, bahkan menjadi model nasional bagi perpustakaan sekolah berbasis inklusi sosial.

Dispusarda juga menargetkan transformasi perpustakaan sebagai learning hub digital yang tak hanya ramah teknologi, tetapi juga memberdayakan siswa, guru, dan pustakawan melalui pelatihan berkelanjutan.

“Perpustakaan masa kini harus hadir sebagai ruang aman, kreatif, dan inklusif. Tempat semua orang bisa belajar, berinovasi, dan tumbuh bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala MAN IC Palu, Mardiati Rosmah, menyambut positif kerjasama tersebut. “Kolaborasi ini membuka akses referensi akademik dan non-akademik yang lebih luas bagi siswa, sekaligus memotivasi mereka melalui kompetisi literasi,” ujarnya. (**)