Kemenag Ingatkan JCH Sulteng Tidak Bawa Barang Belebihan Terutama Rokok

Plt. Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Muchlis. (FOTO: FADEL)

ELSINDO, PALU- Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, H. Muchlis, mengingatkan para jemaah calon haji (JCH) agar mematuhi aturan barang bawaan selama perjalanan ke Tanah Suci. Imbauan ini disampaikan menyusul temuan sejumlah barang terlarang dalam koper jamaah saat pemeriksaan awal di Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu.

“Salah satu yang ditemukan tadi adalah power bank dalam koper besar jemaah, padahal itu jelas tidak boleh dibawa. Akhirnya harus dibongkar dan dikembalikan ke keluarganya,” ujar Muchlis, Kamis (15/5/2025).

Selain power bank, barang-barang lain yang dilarang termasuk zat mudah meledak, cairan di atas 100 ml, serta rokok dalam jumlah besar. Muchlis menjelaskan bahwa barang-barang seperti ini tidak hanya melanggar aturan penerbangan, tetapi juga bisa mengganggu proses keberangkatan secara keseluruhan.

“Jika ditemukan di Palu, barang masih bisa dikembalikan ke keluarga. Tapi kalau ketahuan di Balikpapan, itu akan langsung dimusnahkan,” tegasnya.

Menurut Muchlis, pihaknya pernah menemukan satu koper jamaah berisi rokok dalam jumlah besar, yang akhirnya disita. Ia mengingatkan, membawa lebih dari dua slop rokok bisa dianggap sebagai upaya bisnis, yang tidak diperkenankan oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Kalau dua slop untuk kebutuhan pribadi masih diperbolehkan. Lebih dari itu dianggap untuk dijual,” katanya.

Meski Kemenag tidak memberikan sanksi langsung, pembawaan barang-barang terlarang bisa menyebabkan keterlambatan bahkan gangguan penerbangan. Karena itu, Muchlis mengimbau agar seluruh barang yang mencurigakan dikeluarkan sejak dari Asrama Haji.

“Kalau sudah sampai bandara, apalagi di Embarkasi Balikpapan, keterlambatan bisa berakibat fatal bagi keberangkatan,” tambahnya.

Soal makanan, Muchlis juga menyoroti pentingnya memperhatikan aturan. Makanan dalam kemasan bermerek masih diperbolehkan, namun yang tidak bermerek berpotensi dianggap ilegal oleh otoritas Arab Saudi.

“Saya pribadi pernah bawa sambal dan abon, tapi hanya sebagai pelengkap. Di sana makanan kita sudah enak, ada rawon, soto, bakso, semua rasa nusantara sudah tersedia. Tidak perlu repot bawa beras atau lauk tambahan,” ungkapnya.

Ia berharap jamaah dapat lebih bijak dalam membawa barang, agar ibadah haji berjalan lancar tanpa kendala. (del)