Unazlam Kirim 195 Mahasiswa KKNT untuk Gali Potensi Lokal dan Wujudkan Desa Ramah Anak

Rektor Unazlam, bersama pada Dosen dan peserta KKNT ke III saat foto bersama. (FOTO: DOK UNAZLAM)

ELSINDO, PALU– Universitas Abdul Azis Lamadjido (Unazlam) resmi menggelar Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) angkatan ke-III tahun akademik 2024/2025, yang mengusung tema besar “Optimalisasi Potensi Lokal dengan Semangat Berani Harmoni” untuk Fakultas Ekonomi, dan “Desa Ramah Anak” untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Sebanyak 195 mahasiswa akan diterjunkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, terdiri dari 122 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan 73 mahasiswa FISIP. Lokasi KKNT tersebar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kota Palu. Para peserta dijadwalkan dilepas pada 24 Juli dan akan menjalankan program selama kurang lebih 45 hari hingga 8 September 2025.

Penanggung Jawab KKNT Fakultas Ekonomi, Syamsul Syahrir, SE., M.Ak, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Roh dari KKNT adalah kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat. Jika semester 1 hingga 6 mahasiswa fokus pada pendidikan, dan saat skripsi mereka meneliti, maka KKNT adalah saatnya mereka mengabdi,” jelas Syamsul.

Ia juga menambahkan bahwa KKNT diarahkan untuk menggali dan memperkenalkan potensi lokal desa agar dapat terangkat ke tingkat nasional.

Sementara itu, Penanggung Jawab KKNT FISIP Unazlam, Hary Azis, S.Sos., M.Si, menuturkan bahwa pihaknya mengangkat tema “Desa Ramah Anak” karena ingin mendukung visi Kabupaten Sigi sebagai kabupaten layak anak, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan Pemkab Sigi melalui nota kesepahaman yang telah ditandatangani.

“Kami tempatkan mahasiswa FISIP di dua kecamatan di Kabupaten Sigi yang tersebar di 10 desa. Fokusnya adalah membentuk gugus tugas ramah anak di setiap desa, sebagai bagian dari indikator kabupaten layak anak,” terang Hary.

Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga meninggalkan tanda mata berupa program berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat.

Rektor Unazlam, Dr. Muhammad Darma Halwi, SE., MM, dalam sambutannya pada pembekalan KKNT mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi di masyarakat. Ia menekankan bahwa kompetensi tidak hanya berupa ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sikap dan etika.

“Visi Unazlam adalah berkualitas, religius, dan berbudaya. Nilai-nilai ini harus dibawa oleh mahasiswa selama berada di lokasi KKNT,” ujar Rektor.

Ia juga mengimbau agar mahasiswa menginisiasi kegiatan keagamaan selama berada di desa, seperti pengajian atau kegiatan ibadah sesuai agama masing-masing, dan menjaga sikap sopan santun serta tidak memaksakan program tanpa menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.

“Jangan datang membawa ego. Lihatlah realita desa dan satukan program kita dengan kebutuhan mereka,” pesan Rektor Darma.

Dengan semangat membangun desa dan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu, KKNT Angkatan III Unazlam diharapkan menjadi jembatan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah. (del)