PKS Sulteng Umumkan DPTD 2025–2030, Tegaskan Regenerasi dan Demokrasi Internal

Ketua DPW PKS Provinsi Sulteng, Muhammad Wahyuddin, didampingi sejumlah pegurus DPW, saat mengumumkan DPTD. (FOTO: FADEL)

ELSINDO, PALU– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Tengah resmi mengumumkan Keputusan DPP PKS tentang penetapan Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) se-Sulteng masa bakti 2025–2030. Pengumuman itu diikuti oleh sejumlah pengurus PKS, baik secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting, di Aula Lantai II DPTW PKS Sulteng, Kamis, 14 Agustus 2025.

Ketua DPW PKS Provinsi Sulteng, Muhammad Wahyuddin, mengungkapkan bahwa pengurus tingkat daerah adalah pasukan garda terdepan PKS yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga wajar jika dalam menentukan komposisi keanggotaannya perlu mendengarkan aspirasi dari kader dan masukan dari berbagai pihak, sebagai ikhtiar untuk komposisi yang terbaik.

“Bagi PKS, pergantian kepemimpinan bukanlah sekadar formalitas struktural. Ia adalah bagian dari tarikan nafas panjang perjuangan dakwah dan politik, yang membutuhkan kesinambungan regenerasi dan teladan pemimpin,” ujarnya.

Kata Wayuddin, seperti ditegaskan Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf, suksesnya transisi kepemimpinan sebuah partai menjadi tanda sehatnya proses kaderisasi di PKS. Presiden PKS menekankan kepemimpinan yang mengedepankan konsep-konsep kaderisasi dan pemenangan pemilu. Diharapkan pemimpin partai memiliki kepedulian kepada kesejahteraan kader atau anggota, serta menyiapkan anggota-anggota yang berkualitas dan fokus pada pemenangan pemilu nantinya.

Kata dia, konsep ini menegaskan bahwa kekuatan PKS terletak pada tiga unsur utama: pertama militansi kader, kedua soliditas struktur, dan ketiga kerja yang sinergi, yang semua dilakukan untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Pergantian kepemimpinan di PKS tergolong unik dan membanggakan secara internal. Alhamdulillah tidak ada gelas atau kursi yang terbang, tidak ada transaksi uang, semuanya berjalan dalam mekanisme musyawarah dan e-voting yang telah ditetapkan. Inilah wajah demokrasi internal PKS yaitu partisipatif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Wayuddin mengatakan, kader PKS di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri memiliki hak suara dalam proses ini melalui sistem e-voting. “Mereka memberikan aspirasi terhadap nama-nama calon pemimpin mulai dari majelis syuro, dewan wilayah hingga daerah. Aspirasi ini kemudian disaring dan disesuaikan dengan kebutuhan. Faktornya ada lima, pertama jenjang keanggotaan, kedua faktor usia atau regenerasi, ketiga rekam jejak pengalaman struktur, keempat pengalaman sebagai pejabat publik, dan kelima penilaian kinerja selama menjabat,,” jelasnya.

Wahyuddin berharap para anggota dewan yang masuk dalam jajaran struktur DPTD akan menampilkan kerja terbaiknya. Proses ini juga dikonfirmasi oleh masukan dari Dewan Syariah Pusat, Dewan Syariah Wilayah, bidang kaderisasi, dan tokoh-tokoh senior PKS.

“Alhamdulillah kita patut bersyukur bahwa proses ini tidak hanya menunjukkan kedewasaan berorganisasi, tetapi juga keberhasilan dari sistem kaderisasi yang telah dibangun PKS sejak awal,” ujarnya.

Ia menegaskan, jabatan politik di PKS bukanlah lambang kebanggaan, tetapi dedikasi, kontribusi, dan komitmen untuk berkarya di manapun ditempatkan. “Insya Allah keberkahan akan meliputi kita semua. Terima kasih banyak kepada mereka yang memberikan kerja luar biasa di periode 2020–2025,” ungkapnya. (del)

Adapun nama-nama pengurus daerah yang diumumkan:

Dewan Pengurus Daerah Kota Palu
Ketua : Muzzakirah
Sekretaris : Fatnur S. Abdullah
Bendahara : Handri Oktora

Dewan Pengurus Daerah Morowali Utara
Ketua: Mastam Mustaring
Sekretaris: Septiawan
Bendahara: Nur Magfirah

Dewan Pengurus Daerah Banggai Laut
Ketua: Ablit
Sekretaris: Muhammad Ali Hamid
Bendahara: Siti Aminah

Dewan Pengurus Daerah Sigi
Ketua: Asri
Sekretaris: Juwandi
Bendahara: Nurnaningsi

Dewan Pengurus Tojo Una-una
Ketua: Naser Muhammad
Sekretaris: Arfan
Bendahara: Ihsan Umar

Dewan Pengurus Daerah Parigi Moutong
Ketua: Muhammad Basuki
Sekretaris: Muhammad Fadli
Bendahara: Nur Asma

Dewan Pengurus Daerah Bangkep
Ketua: Irsan Lamiju
Sekretaris: Winto
Bendahara: Novita Riski Sauring

Dewan Pengurus Daerah Morowali
Ketua: Yusup Harun
Sekretaris: Murniati
Bendahara: Nurhayati Terang

Dewan Pengurus Daerah Buol
Ketua: Muhammad Taufik L. Akas
Sekretaris: Siti Najemi
Bendahara: Sakti Kasim

Dewan Pengurus Daerah Toli-toli
Ketua: Jumsar Djuni
Sekretaris: Erwin Lakando
Bendahara: Sasni

Dewan Pengurus Daerah Donggala
Ketua: Abdul Rasyid
Sekretaris: Alex Liem, S.E.
Bendahara: Nikmariati

Dewan Pengurus Daerah Poso
Ketua: Amir Kusa
Sekretaris: Achmar Herullah
Bendahara: Fahrul

Dewan Pengurus Daerah Banggai
Ketua: Rahmat Ilahi
Sekretaris: Faisal
Bendahara: Fitriawati Nurdin