ELSINDO, PALU- Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid, menegaskan komitmennya untuk memperkuat digitalisasi serta mereformasi tata kelola layanan perpustakaan dan kearsipan di Sulawesi Tengah, sejalan dengan visi pembangunan daerah dan nilai BERANI yang diusung Gubernur Sulawesi Tengah.
Idham mengatakan, meski berada dalam situasi efisiensi anggaran, seluruh program kerja Dispusaka harus tetap berjalan sesuai regulasi dan target kinerja. Menurutnya, peran sekretaris tidak hanya bersifat administratif, tetapi strategis dalam memastikan pembenahan di sektor keuangan, perencanaan program, kepegawaian, serta penguatan sistem organisasi.
“Efisiensi anggaran bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Justru di situ kita dituntut untuk berinovasi dan bekerja lebih efektif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dispusaka Sulteng saat ini mengimplementasikan nilai BERANI Cerdas, Berintegritas, dan Berkah sebagai landasan kerja seluruh aparatur. Nilai tersebut diyakini mampu membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Fokus Arsip Digital dan Pengawasan OPD
Di bidang kearsipan, Idham menekankan pentingnya penguatan pengelolaan arsip digital melalui aplikasi SRIKANDI yang terintegrasi secara nasional. Sebagai pengampu kearsipan di tingkat provinsi, Dispusaka Sulteng bertanggung jawab melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan arsip seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Pengawasan kearsipan harus diperkuat agar tata kelola arsip di OPD semakin tertib, akuntabel, dan terintegrasi dengan sistem pusat,” jelasnya.
Sementara itu, di sektor perpustakaan, Dispusaka Sulteng terus mendorong peningkatan indikator nasional seperti Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), serta penguatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Melalui TPBIS, perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat, termasuk mendorong lahirnya inovasi dan kegiatan produktif berbasis literasi.
“Perpustakaan harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan pengetahuan hingga penguatan ekonomi keluarga,” kata Idham.
Bangun Kekompakan dan Budaya Kerja Disiplin
Idham juga menekankan pentingnya membangun kekompakan dan kolaborasi lintas bidang di lingkungan Dispusaka. Ia menegaskan bahwa sekretaris berperan sebagai penghubung dan penguat koordinasi, bukan melampaui kewenangan struktural bidang.
Ia menyebutkan tiga fokus utama ke depan, yakni penguatan basis data yang cepat dan akurat, digitalisasi layanan, serta memory system agar seluruh program dan kegiatan terdokumentasi dengan baik dan berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Idham mengajak seluruh jajaran Dispusaka untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan kedisiplinan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau kita disiplin dan bekerja dengan ikhlas, insyaallah pelayanan publik akan semakin baik dan berdampak luas,” pungkasnya. (**)















