ELSINDO, PALU – Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Syam Zaini, menegaskan bahwa kualitas pengelolaan pendidikan di daerah sangat tercermin dari kondisi satuan pendidikan. Ia mengibaratkan Dinas Pendidikan sebagai sebuah rumah, sementara sekolah-sekolah menjadi beranda dan halaman yang pertama kali dilihat masyarakat.
“Ujung tombak Dinas Pendidikan itu ibarat rumah. Berandanya, halamannya, itu adalah satuan pendidikan. Ketika satuan pendidikannya bagus, fisiknya baik, kualitas pendidikannya meningkat, dan harmonisasi antar guru maupun siswa terjaga, maka di situlah terlihat bahwa Dinas Pendidikan dikelola dengan baik,” ujar Syam Zaini, di ruang kerjanya, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurutnya, satuan pendidikan di bawah kewenangan provinsi, yakni SMA, SMK, dan SLB, merupakan wajah utama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Karena itu, pengelolaan pendidikan harus berjalan seimbang, baik di tingkat dinas maupun di sekolah.
“Jangan sampai terbalik. Sekolahnya sudah bagus, tapi pengelolaannya di dinas tidak maksimal. Harus seimbang. Semua bidang, mulai dari SMA, SMK, PKLK, hingga GTK, harus dimaksimalkan karena mereka adalah tim teknis yang langsung bersentuhan dengan satuan pendidikan,” tegasnya.
Syam Zaini juga menekankan pentingnya memuliakan guru sebagai pilar utama pendidikan. Ia mengingatkan seluruh jajaran di Dinas Pendidikan agar memberikan pelayanan terbaik kepada para pendidik yang datang mengurus berbagai keperluan administrasi.
“Muliakan guru-guru itu. Mereka datang ke sini untuk pelayanan. Layani dengan baik, dengan senyum, dengan keikhlasan. Kasihan mereka yang datang dari kabupaten, bahkan dari pulau, sudah menempuh jarak jauh tapi tidak dilayani dengan baik. Jangan sampai mereka pulang dengan rasa kecewa,” katanya.
Ia menyebut, pelayanan yang maksimal mencakup pemenuhan hak-hak guru, termasuk pengurusan administrasi seperti kenaikan berkala yang tidak boleh berbelit-belit. Selain itu, ia menekankan pentingnya data yang akurat dan terbarui, sebagaimana arahan Gubernur Sulawesi Tengah.
“Data harus akurat dan terintegrasi. Jangan pakai data lama. Sekarang eranya digital, cukup ketik dan semua informasi harus langsung terbaca. Digitalisasi itu percepatan pelayanan,” jelasnya.
Syam Zaini berharap, ke depan seluruh pengelola pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah memiliki kemampuan yang lebih, baik dari sisi pemahaman digital maupun pola pikir pelayanan. Hal itu sejalan dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan agar pelayanan kepada siapa pun dilakukan secara maksimal.
“Harapan kita sederhana, siapapun yang datang ke Dinas Pendidikan pulang dengan senyum dan hati senang. Insya Allah, Dinas Pendidikan tidak seperti itu yang cemberut. Kita ingin pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional,” pungkasnya.















