ELSINDO, PALU- Pagi Ahad itu, suasana Masjid Al Haq Palu terasa lebih khusyuk dari biasanya. Udara subuh masih menyisakan kesejukan, sementara jamaah perlahan memenuhi saf, membawa harapan yang sama: pulang dengan hati yang tercerahkan. Kajian Ahad Rutin yang digelar pada 13 Sya’ban 1447 H / 1 Januari 2026 M menjadi ruang belajar ruhani yang hangat dan bermakna.
Mengangkat tema “Sya’ban; Perspektif Pendidikan”, kajian ini menghadirkan Bapak Syam Zaini, S.Pd., M.Si, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Ketua PGRI Sulawesi Tengah, sebagai penceramah. Dengan gaya penyampaian yang tenang, komunikatif, dan sarat makna, beliau mengajak jamaah melihat bulan Sya’ban bukan sekadar bulan pengantar Ramadhan, melainkan fase pendidikan ruhani yang sangat penting.
Dalam pemaparannya, Syam Zaini menekankan bahwa Sya’ban adalah bulan persiapan, pembiasaan, dan penguatan karakter. Sebuah masa latihan agar iman semakin matang, ibadah semakin tertib, dan akhlak semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari—baik di lingkup keluarga, masyarakat, maupun dalam tanggung jawab sosial.
“Sya’ban mendidik kita untuk siap,” kurang lebih demikian pesan yang tersirat. Siap menyambut Ramadhan bukan hanya dengan semangat, tetapi dengan kesiapan ruhani yang telah dilatih sebelumnya.
Jamaah yang terdiri dari pengurus ta’mir masjid, RISMA, serta masyarakat sekitar tampak begitu antusias. Setiap kalimat disimak dengan penuh perhatian. Salah satu penekanan penting dalam kajian ini adalah bahwa shalat merupakan amalan paling mulia di sisi Allah SWT, sekaligus fondasi utama dalam pendidikan iman dan akhlak.
Kajian ini tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi mendorong jamaah untuk menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai proses pendidikan berkelanjutan—diamalkan secara konsisten, membentuk karakter, serta melahirkan kepedulian sosial.
Usai kajian, suasana hangat semakin terasa. Jamaah menikmati konsumsi Ahad Berkah yang disiapkan oleh keluarga Bapak Ir. Nasir Abas dan H. Khoiri/Ibu Rohmiati. Sajian nasi kuning serta bubur/kolak kacang hijau menjadi penutup yang manis, mempererat kebersamaan dalam nuansa syukur.
Doa pun mengalir, semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan dan kebahagiaan kepada para dermawan, serta kepada seluruh jamaah yang hadir. Harapannya, sinergi dalam kebaikan ini terus terjaga dan mendapatkan ridho-Nya.
Kajian rutin seperti ini menjadi oase spiritual di tengah kesibukan duniawi. Ia tidak hanya meningkatkan kualitas keimanan, tetapi juga memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Semoga Masjid Al Haq Palu terus menjadi pusat pembinaan umat—tempat ilmu, iman, dan amal bertumbuh bersama, membawa berkah bagi semua.(**)















