ELSINDO, PALU– Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulteng, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, menguraikan sekaligus keprihatiannya tentang kondisi keluarga Indonesia saat ini.
Paparan tentang kondisi keluarga ini, disampaikan Bunda Wiwik, saat memberikan materi dalam Diklat Pengarustumaan Keluarga, yang digelar Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulawesi Tengah, Ahad (1 Februari 2026).
“Kondisi keluarga saat ini harus jujur kita sampaikan, sedang tidak baik-baik saja. Indikatornya, bukan hanya dengan melihat angka kekerasan dalam keluarga, tetapi juga dapat kita lihat pada indicator yang lain,”kata Bunda Wiwik, sapaan akrabnya.
Dalam suguhan berbagai media, menurut Bunda Wiwik, dapat dilihat fakta yang cukup memprihatinkan bahkan mengerikan tentang kasus-kasus KDRT yang menimpa rumah tangga keluarga Indonesia.
“Ada kasus suami bunuh istri, ada kasus istri membunuh bahkan memutilasi suaminya. Yang juga membuat kita makin mengelus dada, melihat fakta seorang Bocil (Bocah Cilik), yang membunuh ibunya sampai 20 tusukan,”ungkap Bunda Wiwik.
Selain kasus kekerasan dalam rumah tangga, yang juga fakta memprihatinkan adalah semakin naiknya grafik engganya orang untuk menikah. Tapi di sisi lain, kasus zina terus meningkat. Juga fakta tentang kondisi hilangnya peran ayah dalam keluarga (father less) dalam keluarga. Juga kasus meningkatnya angka kriminal di kalangan anak muda.
Semua itu kata Bunda Wiwik, akar masalahnya adalah semakin minimnya peran keluarga dalam membentuk dan melahirkan generasi yang berkarakter. Semua masalah-masalah tersebut katanya, tidak akan terjadi jika peran keluarga cukup kuat.
“Saya pernah sampaikan, bahwa dalam penanganan kasus-kasus Narkoba, tidak cukup hanya pada aspek penegakkan hukum dan sosialisasi di sekolah-sekolah. Yang jauh lebih penting adalah, menguatkan pondasi keluarga. Sebab saya yakin, jika peran keluarga cukup kuat, maka tidak akan ada criminal,”urainya.
Dalam kesempatan Diklat tersebut, Bunda Wiwik juga menguraikan pengertian dan definisi tentang Pengarusutamaan Keluarga. Diklat yang dilaksanakan juga merupakan program kerja Bidang yang dipimpinnya, dan merupakan kegiatan nasional yang harus dilaksanakan di seluruh DPW PKS se-Indonesia.
“Sasarannya, kita mulai dari keluarga pengurus dan anggota PKS, setelah itu baru kita akan masuk ke komunitas-komunitas dan Masyarakat umum. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral PKS, dalam mengupayakan menciptakan keluarga yang kuat. Tujuannya, dengan keluarga yang kuat, insya Allah akan melahirkan generasi yang berkarakter,”tandasnya.
Di akhir paparannya, setelah foto Bersama dengan seluruh peserta, Bunda Wiwik, menyerakan hadiah berupa buku kepada peserta yang menjawab pertanyaan yang disampaikan saat pemaparan materi.(**)















