ELSINDO, DONGGALA— Tak ingin berlama-lama menikmati euforia jabatan baru, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Donggala, H. Ansyar Sutiadi, S.Sos., M.Si, langsung menunjukkan gebrakan nyata.
Baru saja dilantik, Ansyar bergerak cepat. Pada Senin, 2 Februari 2026, ia menyambangi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah dan bertemu langsung dengan pimpinannya, Dr. Muhammad Anis, S.Si., M.Si.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kabupaten Donggala tercatat berada di peringkat terbawah Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan se-Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah fakta pahit yang tak ingin lagi dipertahankan.
Ansyar pun tak menutup-nutupi kondisi tersebut. Ia mengakui, pertemuan dengan BPMP Sulteng menjadi langkah awal untuk membongkar akar persoalan pendidikan di Donggala secara menyeluruh.
“Kami ingin mengurai masalah sekaligus mencari solusi dan mendiagnosis SPM (Standar Pelayanan Minimal) Pendidikan di Donggala,” tegas Ansyar.
Menurutnya, diagnosis yang tepat terhadap SPM adalah kunci utama untuk melakukan perubahan yang berdampak nyata, bukan sekadar perbaikan administratif.
Usai pertemuan tersebut, Ansyar memastikan pihaknya akan segera menyusun langkah-langkah prioritas yang terukur, efisien, dan efektif guna memperbaiki kualitas pendidikan di Donggala.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menghentikan praktik “data bagus di atas kertas” yang tidak sejalan dengan realitas di sekolah.
“Saya tidak ingin hanya menerima laporan. Kita akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melihat data dan fakta di lapangan,” tandasnya.
Dengan langkah cepat ini, Ansyar Sutiadi mengirimkan pesan jelas: Donggala tidak mau lagi menjadi juru kunci pendidikan, dan perubahan harus dimulai sekarang. (**)















