ELSINDO, PALU– Universitas Abdul Azis Lamadjido (Unazlam) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan wawasan global bagi mahasiswa. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Program Dosen Tamu Internasional yang menghadirkan Prof. Nurhaya Muchtar, PhD, akademisi dari Ohio University, Amerika Serikat.
Dalam pemaparannya, Prof. Nurhaya Muchtar menekankan pentingnya keberanian dan kesiapan mahasiswa dalam merencanakan studi lanjut, khususnya melalui jalur beasiswa ke luar negeri. Ia menyampaikan bahwa diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas cara mencari beasiswa, tetapi juga memberikan inspirasi mengenai tujuan hidup, strategi melangkah, serta kesiapan mental untuk beradaptasi di lingkungan akademik internasional.
“Usaha untuk kuliah di luar negeri memang tidak selalu mudah, tapi sama saja seperti berjuang di kota lain. Yang terpenting adalah terus berusaha, memahami tujuan akhir, mau jadi apa, dan mencari sekolah yang cocok. Jika sudah cocok, adaptasi akan jauh lebih mudah,” ujar Prof. Nurhaya, Senin, 9 Februari 2026.
Ia juga berharap pertemuan tersebut mampu menumbuhkan motivasi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini, mulai dari mencari informasi beasiswa, menyiapkan persyaratan tes, hingga menghasilkan karya tulis dan tugas akhir yang berkualitas sebagai bekal melanjutkan studi.
Menariknya, Prof. Nurhaya juga memberi pesan khusus kepada mahasiswa asal Palu. Menurutnya, peluang mahasiswa dari luar Pulau Jawa justru cukup besar di kancah internasional. “Mahasiswa dari Palu punya peluang yang baik. Yang penting adalah motivasi dan kemauan untuk bekerja keras agar kelak bisa kembali membawa kontribusi nyata bagi daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unazlam, Dr. Zubair H.M., S.I, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kalender akademik rutin universitas. Setiap semester, Unazlam membuka program dosen tamu guna memperluas wawasan mahasiswa terhadap dunia akademik global.
“Kegiatan ini bertujuan memotivasi mahasiswa agar berani melanjutkan studi S2 dan S3 di luar negeri. Banyak mahasiswa kita yang memiliki kemampuan dan potensi besar, tinggal diarahkan dan diperkuat motivasinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya Unazlam juga telah menghadirkan praktisi akademik dari Spanyol, Ibu Gonzales, sebagai bentuk konsistensi kampus dalam membuka diri terhadap kerja sama internasional dan memberikan harapan baru bagi mahasiswa.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Panca Bhakti Palu, Ir. Rendy Lamadjido, MBA. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap fakultas lain di Unazlam dapat menginisiasi program serupa. “Semoga digitalisasi di kampus Unazlam terus berkembang seiring pesatnya perkembangan zaman,” ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi akademik, Unazlam juga mulai menerapkan program wajib penguasaan bahasa asing bagi seluruh mahasiswa. Mahasiswa diwajibkan memilih salah satu dari tiga bahasa, yakni Arab, Mandarin, atau Inggris, yang akan dipelajari selama masa studi. Bahkan, universitas telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri untuk membuka Jurusan Bahasa dan Budaya Arab serta menyiapkan laboratorium bahasa modern.
Melalui berbagai terobosan tersebut, Unazlam optimistis dapat mencetak lulusan berdaya saing global yang siap membawa perubahan positif, baik di tingkat nasional maupun internasional. (**)















