ELSINDO, PALU– Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sulawesi Tengah resmi menutup rangkaian kegiatan itikaf 10 malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al Mujahidin, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (19/3/2026).
Ketua IKADI Wilayah Sulteng, Citrawan Kisman Djiho, Lc., M.Pd.I, menjelaskan penutupan dilakukan lebih awal pada malam ke-9 dengan mempertimbangkan perbedaan pelaksanaan ibadah dan menunggu hasil sidang isbat.
“Penutupan ini kami lakukan hari ini karena ada yang melaksanakan ibadah berbeda dan menunggu keputusan pemerintah. Ini juga menjadi itikaf keempat kami di Masjid Al Mujahidin Kantor Gubernur,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Gubernur, atas dukungan fasilitas yang dinilai sangat representatif. Menurutnya, masjid tersebut menjadi salah satu lokasi terbaik untuk pelaksanaan itikaf, terutama karena adanya ruang khusus bagi jamaah perempuan.
Selama sembilan malam pelaksanaan, jumlah peserta tercatat cukup tinggi. Setiap malam diikuti tidak kurang dari 150 peserta, bahkan pada malam ganjil jumlahnya mencapai lebih dari 200 orang.
“Alhamdulillah, total sekitar 1.300 paket sahur telah kami siapkan bagi peserta. Ini merupakan hasil kolaborasi bersama lembaga zakat seperti Inisiatif Zakat Indonesia, Yakesma, dan Rumah Zakat, serta lembaga lainya,” jelasnya.
Selain itu, IKADI juga menyalurkan sekitar 75 paket bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari kegiatan sosial selama Ramadan.
Citrawan menambahkan, kegiatan itikaf ini bertujuan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memaksimalkan ibadah di akhir Ramadan, seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, zikir, dan doa.
“Yang luar biasa, banyak anak-anak muda yang ikut dan bertahan hingga akhir. Ini menunjukkan semangat mereka dalam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan,” katanya.
Ke depan, IKADI berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan yang lebih luas dalam menghidupkan itikaf di tengah masyarakat Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memberikan apresiasi atas inisiatif IKADI dalam menyelenggarakan itikaf tersebut. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan program unggulan pemerintah daerah, yakni “Berani Berkah”.
Menurutnya, itikaf merupakan salah satu bentuk kesungguhan umat dalam memanfaatkan bulan Ramadan, terutama dalam mencari malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.
“Saya sangat mengapresiasi IKADI yang telah menggelar itikaf ini. Ini bagian dari upaya kita mewujudkan Sulawesi Tengah yang berkah. Saya terus mengimbau masyarakat untuk memakmurkan masjid,” ungkap Anwar.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai kebutuhan spiritual, bukan sekadar kewajiban, agar ibadah yang dilakukan lebih maksimal dan penuh keikhlasan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Semoga ke depan bisa terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang terlibat,” pungkasnya.(**)













