ELSINDO, PALU – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas. Saat ini, madrasah tersebut telah memasuki tahap penting dalam proses penilaian Zona Integritas (ZI), yakni di level Tim Penilaian Inspektorat (TPI).
Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melalui berbagai tahapan sejak proses penilaian pendahuluan hingga kini dinilai langsung oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, zona integritas kita sudah melewati beberapa tahapan. Saat ini kita berada di tahap TPI. Seluruh dokumen persyaratan sudah kami lengkapi, namun yang lebih penting adalah implementasi di lapangan. Mulai dari proses pembelajaran, inovasi, pembaruan, hingga administrasi, semuanya kami pastikan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Taufik, pembangunan zona integritas di MAN 2 Palu tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan program secara nyata dalam lingkungan madrasah.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Zulfadli, S.Pd., M.Pd., juga sebagai ketua TIM Zona Integritas menjelaskan bahwa MAN 2 Palu telah melalui empat tahapan penting dalam proses penilaian ZI di bawah Kementerian Agama.
“Penilaian dimulai dari internal Kanwil, kemudian Inspektorat Jenderal Pendidikan Islam, dan kini masuk tahap Inspektorat. Jika lolos, maka akan masuk ke tahap TPN. Di tahap ini, madrasah dinilai layak untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sebelum akhirnya ditetapkan oleh Kementerian PAN-RB,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan zona integritas di MAN 2 Palu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk mengejar penilaian semata, tetapi menjadi budaya kerja di lingkungan madrasah.
“Kami terus melakukan pembinaan kepada guru, baik ASN maupun PPPK, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan zona integritas. Ini bukan sekadar penilaian, tapi sudah menjadi role model yang kami terapkan setiap tahun,” katanya.
Komitmen tersebut juga menarik perhatian berbagai madrasah lain di luar daerah yang menjadikan MAN 2 Palu sebagai rujukan dalam pembangunan zona integritas. Sepanjang tahun 2026, sejumlah madrasah telah melakukan kunjungan studi tiru, di antaranya dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga Sulawesi Barat.
“Banyak yang datang untuk sharing, seperti dari MAN 1 majene, MTs 2 Tolitoli, hingga yang terbaru dari Tojo Una-Una. Dalam waktu dekat juga akan ada kunjungan dari Pohuwato, Gorontalo, MAN Tolitoli, MAN Morowali dsbny. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah,” tambah Zulfadli.
Ke depan, MAN 2 Palu juga berencana melakukan studi banding ke madrasah yang telah sukses meraih predikat Zona Integritas, termasuk di Jakarta, guna meningkatkan kualitas program dan pengembangan kurikulum, termasuk peluang penerapan kurikulum Cambridge.
Di akhir pernyataannya, Zulfadli berharap MAN 2 Palu dapat meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun ini. Selain itu, pihaknya juga optimistis madrasah tersebut dapat masuk dalam program transformasi Madrasah Unggulan Garuda yang dicanangkan oleh bapak Presiden Republik Indonesia.
“Harapan kami tentu bisa meraih predikat ZI WBK dan menjadi bagian dari madrasah unggulan Garuda. Kami optimistis dengan kerja keras dan komitmen bersama, hal itu bisa terwujud,” pungkasnya. (**)
















