Berita  

Bayu Bonso Didorong Maju sebagai Calon Ketua DPC Demokrat Morowali

ELSINDO, PALU- Menjelang Musyawarah Daerah (Musda), dinamika internal Partai Demokrat di Sulawesi Tengah semakin menguat. Berbagai spekulasi pun bermunculan, terutama terkait kemungkinan pergeseran posisi strategis, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Sorotan utama kini tertuju pada peluang perubahan kepemimpinan di Kabupaten Morowali.

Kabar mengenai Syarifudin Hafid yang berpotensi masuk ke jajaran DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah kian santer terdengar. Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur partai di tingkat provinsi.

Jika skenario itu terealisasi, maka posisi Ketua DPC Demokrat Morowali akan kosong. Kondisi ini menuntut partai segera menyiapkan figur pengganti yang mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus melanjutkan agenda politik yang telah berjalan.

Dalam perkembangan terbaru, nama Aditya Bayu Pratama mencuat sebagai kandidat kuat. Kemunculannya dinilai bukan tanpa alasan. Selain aktif di dunia usaha, ia juga memiliki pengalaman organisasi yang cukup solid di Morowali.

Saat dikonfirmasi, Aditya Bayu membenarkan adanya komunikasi terkait hal tersebut. Namun, ia tetap bersikap hati-hati dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada partai.

“Saya selalu siap menjalankan arahan. Jika partai memberikan amanah, maka saya siap menjalankannya,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Sikap ini menunjukkan keterbukaan sekaligus kehati-hatian. Ia tidak secara eksplisit menyatakan ambisi, namun memberi sinyal kesiapan jika dipercaya.

Aditya Bayu dikenal sebagai pengusaha muda asal Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Morowali. Ia lahir di Palu pada 2 Maret 1992 dan telah aktif sebagai kader Partai Demokrat. Dalam rekam jejak organisasinya, ia pernah menjabat Ketua HIPMI Morowali periode 2017–2020, serta Plt Ketua KNPI Morowali pada 2022.

Di tingkat lokal, potensi perpindahan Syarifudin Hafid jelas membawa dampak signifikan. DPC Demokrat Morowali perlu bersiap menghadapi kemungkinan pergantian kepemimpinan.

Dalam situasi ini, partai tidak hanya membutuhkan sosok pengganti, tetapi juga figur yang mampu menjaga kesinambungan program serta memperkuat soliditas kader. Dengan pengalaman organisasi dan jaringan usaha yang dimilikinya, Aditya Bayu Pratama dinilai memiliki kapasitas untuk mengisi posisi strategis tersebut. (**)