ELSINDO, BALIKPAPAN- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulteng, H. Muchlis, menyampaikan laporan terkait pemberangkatan kloter BPN 9 embarkasi Balikpapan.
“Sehubungan dengan pemberangkatan kloter BPN 9, dengan ini kami melaporkan sebagai berikut, jemaah awal sebanyak 356 orang, jemaah riil berangkat 354 orang, dan dua jemaah tertunda,” ujarnya.
Dua jemaah yang tertunda keberangkatannya masing-masing atas nama Nurbaya Abdul Rahman usia 56 tahun asal Palu dan Harjan Harun Yadano usia 68 tahun asal Banggai Laut.
Estimasi keberangkatan kloter tersebut pada pukul 08.40 WITA atau mengalami delay dari jadwal awal pukul 07.45 WITA.
H. Muchlis menjelaskan, jemaah atas nama Nurbaya Abdul Rahman awalnya terindikasi mengalami HB rendah, kemudian hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan ginjal stadium akhir serta masalah pada jantung.
“Secara fisik terlihat sehat, tapi hasil lab yang mengindikasikan seperti itu yang berdasarkan standar penerbangan internasional tidak memungkinkan untuk diterbangkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, yang bersangkutan akan dipulangkan ke Palu dan tidak dapat digantikan oleh jemaah cadangan.
“Tidak bisa lagi digantikan oleh jemaah cadangan mengingat aplikasi Nusuk Masar untuk proses batal ganti visa tidak lagi dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi,” katanya.
Sementara itu, jemaah atas nama Harjan Harun Yadano juga terindikasi mengalami HB rendah. Namun, masih memungkinkan diberangkatkan pada kloter selanjutnya apabila kondisi kesehatannya membaik.
Hal senada disampaikan Ketua Kloter 9 BPN, Muh. Syamsu Nursi. Ia mengatakan, dua jemaah calon haji kloter 9 tertunda keberangkatannya berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis embarkasi Balikpapan.
“Satu dalam perawatan dan satunya lagi atas nama Nurbaya, keputusan dari tim kesehatan embarkasi Balikpapan tidak dapat diberangkatkan dan dikembalikan bersama keluarga di Palu. Insya Allah PPIH akan mengurus kepulangan jemaah tersebut,” ujarnya.
Ia juga melaporkan, seluruh jemaah kloter sembilan embarkasi Balikpapan yang akan diberangkatkan berjumlah 358 orang. Namun, dua kursi kosong telah diisi oleh jemaah tanazul dari kloter lima asal Manado yang dipindahkan ke kloter sembilan.
“Secara keseluruhan untuk kloter sembilan yang akan diterbangkan pada pagi hari ini berjumlah 360 orang terdiri dari 356 jemaah dan empat petugas kloter,” jelasnya.
Saat ini seluruh jemaah telah berada di dalam pesawat dan menunggu proses penerbangan menuju Jeddah.
“Sesuai jadwal, pesawat akan take off pada pukul 08.45 WITA,” tutup Muh. Syamsu Nursi. (del)
















