ELSINDO, SIGI – Hanya selang beberapa saat setelah gempa mengguncang dengan dua titik epinctrum, yakni Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi, relawan PKS langsung bergerak.
Atas arahan langsung Sekretaris MPW PKS Sulteng, Ahmad Aco beberapa relawan langsung diminta untuk bergerak. Yang pertama dilakukan, tentu berkoordinasi dengan struktur untuk mengetahui data secara real kondisi yang terjadi di lapangan.
“Kita langsung kontak Ketua DPD, Pak Asri juga ada salah satu personel kepanduan yang kebetulan di Parigi untuk memantau titik gempa yang infonya ada di Barat Tolai atau Torue,”kata Ahmad Aco.
Dari hasil koordinasi, diketahui daerah yang parah terdampak berada di Kabupaten Sigi. Sedangkan laporan dari Parigi, kondisi relatif aman, walaupun warga tetap panik.
Setelah mendapatkan informasi dari Ketua DPD Sigi, seluruh relawan yang sudah stand by atas perintah Ketua DPW bergerak ke Lokasi di Kabupaten Sigi. Personel kepanduan dari Palu, dipimpin langsung Sekretaris MPW PKS Sulteng, Ahmad Aco. Kepanduan dari DPD PKS Kabupaten Sigi, dipimpin langsung Ketua DPD PKS Sigi, Asri yang juga personel kepanduan.
“Kita assessment dan kumpulkan laporan untuk menentukan Langkah selanjutnya. Untuk sementara, info yang kita dapatkan, ada beberapa rumah yang roboh, maka bantuan tahap awal yang kami bawa dan langsung diserahkan ke penyintas, terpal untuk tempat berteduh sementara,”kata Ahmad Aco.
Untuk saat ini PKS masih terus melakukan pemantauan dan mengumpulkan berbagai informasi. Dari laporan-laporan tersebut, selanjutnya akan ditentukan Langkah selanjutnya untuk respons bencana gempa Sigi-Parigi.
Sebagaimana data yang dirilis BMKG, bahwa gempa yang mengguncang Kota Palu, Sigi, parimo bahkan sampai ke Poso tersebut, merupakan gempabumi tektonik.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang goncangannya dirasakan cukup keras, memiliki parameter update dengan magnitudo 6,7.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,03 LS; 120,24 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 km Tenggara Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 km.
“Hingga pukul 12:17 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya sejumlah kejadian gempabumi susulan (aftershock) dengan Magnitudo yang bervariasi di sekitaran titik gempa awal,”ungkap Ahmad Aco.
Data yang diperoleh melalui pesan berantai, bahwa dampaknya di Kota Palu, terjadi keretakan pada Jembatan III Palu, juga beberapa bangunan roboh. Sedangkan di Kabupaten Sigi, selain beberapa bangunan roboh, juga terjadi longsor di gunung Kamarora, saluran air terputus. Di Kabupaten Poso, selain beberapa bangunan mengalami kerusakan juga akses jalan di Napu mengalami kerusakan. (**)













