Seluruh Madrasah di Sulteng Wajib Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta Mulai Tahun Ajaran 2026/2027

Kepala Bidang Penmad Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muh. Syamsu Nursi. (FOTO: IST)

ELSINDO, PALU – Seluruh madrasah di Sulawesi Tengah mulai tahun ajaran 2026/2027 diwajibkan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sesuai instruksi Kementerian Agama. Program ini tidak lagi berstatus uji coba, melainkan menjadi bagian dari implementasi pembelajaran di seluruh madrasah di Indonesia.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, H. Muh. Syamsu Nursi, mengatakan seluruh madrasah, khususnya madrasah negeri, telah diminta mempersiapkan guru melalui berbagai pelatihan, webinar, hingga workshop agar implementasi KBC berjalan optimal.

“Mulai tahun ajaran baru ini seluruh madrasah sudah harus melaksanakan Kurikulum Berbasis Cinta. Ini bukan lagi tahap uji coba, tetapi menjadi kebijakan yang wajib diterapkan sesuai instruksi Kementerian Agama,” ujarnya.

Menurut Syamsu Nursi, Kementerian Agama telah memberikan dukungan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan, baik secara daring maupun luring. Namun demikian, masih terdapat sebagian guru yang belum memahami secara menyeluruh konsep dan implementasi kurikulum tersebut.

Karena itu, pihaknya meminta seluruh kepala madrasah, terutama madrasah negeri, menggelar kegiatan penguatan kompetensi guru sebelum proses belajar mengajar dimulai.

“Kami berharap sebelum memasuki tahun pelajaran 2026/2027, seluruh guru sudah memahami bagaimana menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah sehingga pelaksanaannya dapat berjalan maksimal,” katanya.

Ia menjelaskan, penerapan KBC tidak menggantikan Kurikulum Merdeka yang selama ini digunakan. Kurikulum tersebut hanya menambahkan penguatan nilai-nilai karakter melalui konsep Panca Cinta yang diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran.

Nilai-nilai tersebut meliputi cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada lingkungan dan alam, serta cinta kepada bangsa dan negara sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Terkait madrasah percontohan, Syamsu Nursi menegaskan tidak ada satuan pendidikan yang ditetapkan secara khusus. Seluruh madrasah negeri, baik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) maupun Madrasah Aliyah Negeri (MAN), dijadikan sebagai piloting implementasi KBC. Sementara madrasah swasta yang telah memiliki kesiapan sumber daya juga didorong menerapkan kurikulum tersebut.

“Dengan kesiapan guru dan dukungan dari seluruh kepala madrasah, kami optimistis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat memperkuat pendidikan karakter sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis di seluruh madrasah Sulawesi Tengah,” tutupnya. (**)