PALU — Ketua BiPEKA DPW PKS Sulawesi Tengah yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., mendorong seluruh jajaran BiPEKA DPD se-Sulawesi Tengah memperkuat konsolidasi agar gerakan perempuan dan keluarga semakin terstruktur, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Bunda Wiwik dalam kegiatan Silaturahim BiPEKA DPP PKS bersama BiPEKA DPW PKS Sulawesi Tengah. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda silaturahim semata, tetapi harus menjadi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat gerakan hingga ke tingkat daerah.
“Pertemuan kita hari ini bukan sekadar silaturahim. Ini momentum untuk menguatkan barisan, menyatukan langkah dan memastikan gerakan perempuan dan keluarga berjalan secara nyata di seluruh Sulawesi Tengah,” ujar Bunda Wiwik.
Ia menilai luasnya wilayah Sulawesi Tengah serta beragamnya karakter masyarakat membutuhkan pola konsolidasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Karena itu, setiap BiPEKA di tingkat DPD didorong mampu memetakan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan perempuan dan keluarga, kondisi ekonomi keluarga, kebutuhan penguatan peran ayah, hingga potensi kader dan relawan.
“Kita tidak ingin bekerja berdasarkan asumsi. Kita bekerja berdasarkan data, kebutuhan dan kondisi nyata masyarakat,” tegasnya.
Selain konsolidasi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum monitoring dan evaluasi (monev) BiPEKA se-Sulawesi Tengah.
Bunda Wiwik menegaskan, monev bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan menjadi sarana untuk mengetahui program yang telah berhasil, program yang belum berjalan, kendala yang dihadapi, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan.
“Rencanakan dengan baik, laksanakan dengan sungguh-sungguh, evaluasi dengan jujur, dan perbaiki secara terus-menerus,” katanya.
Ia berharap setiap BiPEKA DPD yang mengikuti kegiatan tersebut pulang dengan rencana tindak lanjut yang jelas dan terukur.
Menurutnya, keberhasilan BiPEKA tidak dapat hanya diukur dari banyaknya rapat atau kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa banyak keluarga yang merasakan manfaat dari kehadiran gerakan tersebut.
“DPW hadir untuk menguatkan DPD, DPD hadir untuk menggerakkan kader, dan seluruh kader hadir untuk menguatkan keluarga di tengah masyarakat,” pungkasnya. (**)
















