Berita  

Festival Literasi 2026 Segera Digelar, Dispusaka Sulteng Matangkan Konsep hingga Teknis Pelaksanaan

ELSINDO, PALU— Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah mulai mematangkan persiapan menghadapi Festival Literasi Tahun 2026.

Tak sekadar menjadi agenda seremonial, festival ini diarahkan menjadi ruang untuk memperkuat budaya gemar membaca sekaligus memperkenalkan kekayaan khazanah arsip yang dimiliki Provinsi Sulawesi Tengah.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Dispusaka Sulteng, Rabu (2/9/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Dispusaka Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., sebelum pembahasan teknis dilanjutkan Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca (P3KM), Munashir, S.E., M.M., bersama Kepala Bidang Pengolahan dan Pemanfaatan Arsip (PPA), Jely Rompas, S.Sos., M.Adm.KP.

Dalam rapat tersebut, panitia membedah satu per satu rangkaian kegiatan yang akan digelar. Mulai dari konsep acara, pembagian tugas setiap koordinator seksi, hingga teknis pelaksanaan berbagai perlombaan yang akan berlangsung di area dalam ruangan maupun lapangan.

Tidak hanya memikirkan jalannya perlombaan, panitia juga memastikan setiap tahapan acara memiliki alur yang jelas.

Prosesi pembukaan, pengumuman pemenang, penyerahan piala, hingga acara penutupan menjadi bagian yang dibahas secara detail agar pelaksanaan Festival Literasi 2026 berlangsung tertib dan menarik bagi masyarakat.

Festival Literasi 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan semata.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dispusaka Sulteng membangun ekosistem literasi yang semakin kuat di daerah.

Melalui festival ini, masyarakat diharapkan semakin dekat dengan perpustakaan, semakin gemar membaca, sekaligus memiliki perhatian lebih besar terhadap pentingnya arsip sebagai bagian dari identitas dan sejarah daerah.

Karena itu, persiapan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperhatikan aspek visual dan atmosfer kegiatan.

Panitia membahas pemilihan warna, dress code, hingga tema utama Festival Literasi 2026 agar memiliki karakter yang kuat dan mudah dikenang oleh peserta maupun pengunjung.

Hal lain yang tak luput dari pembahasan adalah aspek keamanan, ketertiban dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Kebersihan lingkungan kantor hingga kesiapan fasilitas sanitasi juga menjadi perhatian khusus panitia.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta dan pengunjung dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dalam suasana aman, nyaman, dan tertib.

Dengan persiapan yang semakin dimatangkan, Dispusaka Sulteng optimistis Festival Literasi 2026 dapat menjadi salah satu momentum penting dalam mendorong tumbuhnya budaya literasi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kekayaan arsip dan sejarah Sulawesi Tengah.

Festival ini diharapkan bukan hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga meninggalkan jejak pengetahuan, kecintaan membaca, dan kebanggaan terhadap khazanah daerah. (**)