Unazlam Palu Lantik Pejabat Periode 2026–2030, Rektor dan Yayasan Tekankan Pembenahan Kinerja

ELSINDO, PALU – Universitas Abdul Azis Lamadjido (Unazlam) Palu melantik dan mengukuhkan jajaran pejabat struktural serta tenaga kependidikan untuk periode 2026–2030. Pelantikan ini menjadi momentum pembenahan tata kelola organisasi, penguatan integritas, dan percepatan pengembangan kampus agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor Unazlam Palu, Dr. Livawanti, S.P., M.P menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membawa universitas berkembang lebih baik dalam empat tahun ke depan.

Ia mengungkapkan, penyusunan komposisi pejabat struktural telah melalui diskusi intensif selama kurang lebih tiga minggu bersama jajaran pimpinan universitas sebelumnya.

“Ini bukan hanya sebatas pelantikan untuk kita semua, tetapi mulai besok banyak pekerjaan rumah yang menanti kita untuk membawa Universitas Abdul Azis Lamadjido ini lebih baik ke depan,” tegas Livawanti dalam sambutannya.

Menurutnya, salah satu agenda prioritas setelah pelantikan adalah memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab seluruh personel. Dengan sekitar 120 orang yang berada dalam jajaran struktural dan tenaga kependidikan, setiap individu diharapkan memahami fungsi, kewenangan, serta jalur koordinasi masing-masing.

Livawanti menekankan pentingnya kerja sama lintas bidang, komunikasi terbuka, dan evaluasi berkelanjutan agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan maupun kesenjangan koordinasi.

Ia juga mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk membangun kompetisi yang sehat, menjaga hubungan kekeluargaan, serta memperkuat integritas dalam menjalankan amanah.

“Kalau kita tidak bersama-sama, kita tidak akan bisa mencapai hasil yang maksimal. Dengan kebersamaan, kita bisa membawa Universitas Abdul Azis Lamadjido ini terbang lebih tinggi,” ujarnya.

Ketua Yayasan Tekankan Prinsip The Right Man on the Right Place

Ketua Yayasan Universitas Abdul Azis Lamadjido Palu, Ir. H. Rendy A. Lamadjido, MBA, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan organisasi harus diikuti dengan penempatan personel sesuai kompetensi dan tanggung jawabnya.

Ia meminta seluruh jajaran meninggalkan perselisihan internal, sikap saling menjatuhkan, serta praktik kerja yang tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Menurut Rendy, pembenahan tata kelola menjadi fondasi penting agar setiap unit kerja mampu bergerak secara profesional dan terukur.

“Yang saya minta, mari kita bergandengan tangan, mari kita bersatu. Saya tidak mau mendengar lagi adanya saling menjatuhkan atau tindakan yang merugikan universitas ini,” tegasnya.

Ia juga meminta agar setiap pejabat memiliki uraian tugas atau job description yang jelas, termasuk mengetahui kepada siapa harus berkoordinasi dan mempertanggungjawabkan pekerjaan.

Rendy menegaskan, evaluasi kinerja akan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menginginkan agar universitas tidak hanya memiliki banyak personel, tetapi juga tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu memberikan hasil nyata.

Dalam arahannya, ia turut menyoroti pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan jumlah mahasiswa, pengembangan program studi, serta optimalisasi potensi kewirausahaan kampus.

Tak hanya membenahi urusan internal, Unazlam juga diarahkan untuk memperluas peluang pengembangan akademik dan kemitraan internasional.

Rendy mengungkapkan adanya sejumlah peluang kerja sama yang tengah dijajaki, antara lain di bidang pendidikan, pengembangan bahasa dan budaya, kesehatan, serta pengembangan rumah sakit dan kemitraan sektor usaha.

Ia juga menyampaikan rencana pengembangan kerja sama pascasarjana, termasuk peluang penerimaan mahasiswa internasional melalui kemitraan dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Di bidang kewirausahaan, pengembangan Fakultas Pertanian turut menjadi perhatian. Keberadaan fasilitas rumah kaca atau greenhouse diharapkan tidak hanya menunjang kegiatan pembelajaran dan penelitian, tetapi juga membuka peluang usaha produktif bagi universitas.

Menurut Rendy, pengembangan kampus harus berjalan seiring dengan semangat kewirausahaan sehingga perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia meminta setiap fakultas lebih aktif merekrut mahasiswa, mengembangkan program unggulan, serta menyelesaikan persoalan akademik dan administrasi pada tingkat fakultas secara efektif.

Sementara itu, Wakil Rektor V Bidang Inovasi dan Kewirausahaan Unazlam, Dr. Muzakir Tawil, M.Si., menilai pelantikan tersebut menjadi langkah penting dalam membangun organisasi kampus yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, organisasi modern tidak cukup hanya mengandalkan struktur hierarki dan kewenangan jabatan. Diperlukan pula semangat kekeluargaan, kolaborasi, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara cepat dan efektif.

Ia mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menyatukan visi dan bekerja bersama demi meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Marilah kita bergandengan tangan dan menyatukan visi untuk menjalankan organisasi pendidikan ini, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Muzakir juga menekankan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak hanya diukur dari kewenangan yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan membangun visi bersama, menggerakkan sumber daya, dan memastikan setiap tanggung jawab dijalankan secara profesional.

Pelantikan pejabat struktural periode 2026–2030 menjadi titik awal bagi Unazlam Palu untuk memperkuat fondasi kelembagaan sekaligus mempercepat pencapaian target pengembangan universitas.

Melalui pembagian tugas yang lebih jelas, penguatan penjaminan mutu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, dan perluasan kerja sama, Unazlam diharapkan mampu meningkatkan daya saingnya serta memperluas kontribusi terhadap pembangunan pendidikan di Sulawesi Tengah.

Pesan utama yang mengemuka dalam pelantikan tersebut adalah bahwa kemajuan universitas tidak dapat bertumpu pada satu orang atau satu unit kerja saja. Diperlukan komitmen bersama, disiplin, integritas, dan kolaborasi seluruh sivitas akademika agar visi besar universitas dapat diwujudkan hingga akhir periode kepemimpinan pada 2030. (**)