Amaliyah Ramadan MAN 2 Palu, Membangun Generasi Religius dan Berprestasi

ELSINDO, PALU – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Palu resmi menggelar rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadan yang difokuskan pada penguatan karakter, pembinaan keagamaan, serta peningkatan kualitas ibadah siswa.

Kepala MAN 2 Kota Palu, Taufik, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada sejumlah regulasi resmi pemerintah. Di antaranya Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 4 Tahun 2026 tentang jam kerja pegawai Kementerian Agama pada bulan Ramadan, surat edaran bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri terkait pembelajaran selama Ramadan.

Selain itu, pihak madrasah juga merujuk pada surat dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah serta Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1290 Tahun 2026 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pembelajaran pada bulan suci Ramadan.

“Setelah kita bedah dan mengikuti seluruh regulasi tersebut, maka terlaksanalah kegiatan Amalia Ramadan ini,” ujar Taufik.

Diawali Penyambutan Ramadan
Kegiatan diawali pada 18 hingga 20 Februari 2026 sebagai rangkaian penyambutan bulan suci Ramadan. Pada hari-hari tersebut tidak ada libur, namun siswa tetap mendapatkan pembimbingan dari sekolah.

Memasuki 23 Februari, kegiatan Amaliyah Ramadan resmi dimulai. Seluruh aktivitas difokuskan pada pembinaan karakter dan penguatan pendidikan keagamaan. Rangkaian kegiatan harian diawali dengan sholat dhuha, tadarus Al-Qur’an, sholat zuhur berjamaah, hingga tadarus lanjutan.

Menariknya, kegiatan keagamaan ini terjadwal hingga pukul 18.00 WITA. Pengawasan dilakukan secara daring oleh wali kelas yang memantau pelaksanaan ibadah siswa, termasuk aktivitas bonding keluarga dan silaturahmi di rumah masing-masing.

“Kegiatannya dikontrol dari sekolah melalui wali kelas secara online, bagaimana ibadahnya, bagaimana bonding keluarga dan silaturahminya,” jelasnya.

Program ini akan berlangsung hingga 13 Maret 2026. Sementara libur resmi Ramadan dimulai pada 16 hingga 29 Maret 2026.

Meski fokus pada kegiatan keagamaan, pembelajaran tetap berjalan sesuai ketentuan. Bahkan pembinaan olimpiade tetap dilaksanakan.

Taufik mengungkapkan, pada 2 Maret mendatang, siswa kelas XII akan menghadapi Ujian Akhir Madrasah. Seluruh ruang kelas digunakan untuk pelaksanaan ujian, sehingga sebagian siswa mengikuti pembinaan secara daring sesuai jadwal dan juknis dari Dirjen Pendidikan Islam.

Pembinaan tersebut meliputi penguatan keagamaan, pendidikan karakter, peningkatan ibadah, hingga tugas menyimak siaran TV Mandua dan merangkum materi yang disampaikan.

“Ada juga siswa boarding yang sedang turun berdakwah di daerahnya masing-masing. Mereka tetap kita daringkan, mereka mengirim video, dan kita kontrol pembelajarannya secara online,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Taufik berharap bulan suci Ramadan menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah sekaligus tetap menjaga ritme pembelajaran.

“Harapan kami, di bulan suci Ramadan ini semakin kita tingkatkan ibadah kita, tapi aktivitas pembelajaran dan pembinaan juga berjalan dengan baik. Jika keduanya berjalan seimbang, insya Allah Ramadan ini akan dirasakan dengan nikmat,”tutupnya. (**)