ELSINDO, PALU– Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. menegaskan bahwa Kawasan Lore Lindu harus dipandang bukan hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi aset strategis pembangunan masa depan Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Direktorat Pamong Budaya Kementerian Kebudayaan di Ruang Kerjanya, Kamis (4/12/2025).
Audiensi yang dipimpin Rustam tersebut membahas tindak lanjut keputusan Komite Warisan Dunia UNESCO di Paris yang telah mencatat Lore Lindu dalam proses menuju penetapan warisan dunia. Gubernur menyambut perkembangan ini dengan optimisme tinggi.
“Saya pernah bermalam di kawasan megalitik Lore Lindu. Kekayaannya luar biasa dan harus kita jaga sekaligus kelola untuk masa depan,” ungkap Anwar Hafid.
Ia menilai pengakuan internasional tersebut membuka peluang luas bagi sektor pendidikan, penelitian, dan pariwisata budaya. Namun, Gubernur juga menekankan bahwa tantangan infrastruktur di wilayah Poso dan Sigi masih harus dikejar secara serius agar kawasan ini siap menyambut perhatian global.
Rustam dalam pemaparannya menyebut tahun 2025 sebagai fase penting setelah pengakuan awal UNESCO. Menurutnya, sinergi lintas pemerintah menjadi kunci agar tahapan asesmen dapat berjalan lancar dan terarah.
“Kami melihat momentum ini sangat menentukan. Dengan arahan Pak Gubernur, kami optimistis semua persiapan dapat dipercepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim Kementerian Kebudayaan juga menyerahkan dokumen penetapan sepuluh Warisan Budaya Takbenda serta Cagar Budaya Bokeknya, yang merupakan bagian integral dari situs Lore Lindu. Penyerahan penghargaan resmi akan digelar pada pertengahan Desember mendatang.
Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen kuat lintas pemerintah untuk mengawal proses penetapan Lore Lindu sebagai Warisan Dunia UNESCO demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. (**)















