ELSINDO, PALU- Tidak hanya mengejar pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas pemerintahan.
Dua program unggulan, yakni Berani Cerdas dan Berani Sehat, menjadi bagian dari sembilan program Berani yang dijalankan sejak awal pemerintahan Anwar-Reny.
Keduanya diarahkan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan dan pelayanan kesehatan tanpa terbebani persoalan ekonomi.
“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tetapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia,” kata Gubernur Anwar Hafid dalam berbagai kesempatan.
Menurut Anwar, pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian pemerintah. Karena itu, program tersebut ditempatkan sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah.
Pendidikan Tak Boleh Terhambat Kemiskinan
Melalui Berani Cerdas, pemerintah memberikan bantuan pendidikan bagi masyarakat sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
Untuk jenjang SMA, SMK dan SLB, dukungan pendidikan juga diperkuat melalui BOSDA yang mencakup sekolah negeri dan swasta di Sulawesi Tengah.
Sementara untuk pendidikan tinggi, bantuan diberikan mulai jenjang S1 hingga S3, termasuk bidang tertentu yang dinilai dibutuhkan bagi pembangunan daerah serta pendidikan dokter spesialis.
Data awal menunjukkan 23.569 mahasiswa telah memperoleh bantuan pada 2025 dengan anggaran lebih dari Rp84 miliar.
Program tersebut kemudian diperluas pada 2026, termasuk bantuan penyelesaian studi dan jenjang pendidikan pascasarjana.
Orang tua mahasiswa menyambut positif kebijakan tersebut karena biaya pendidikan tinggi selama ini menjadi salah satu beban terbesar keluarga.
“Program Berani Cerdas sangat membantu orang tua yang kurang mampu. Anak-anak sekarang memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan,” ujar Jemmy, orang tua siswa asal Kabupaten Banggai.
Ia berharap masyarakat penerima bantuan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius.
“Jangan sampai bantuan sudah diberikan tetapi anak-anak tidak fokus belajar. Harus diawasi agar mereka benar-benar menyelesaikan pendidikannya,” katanya.
Berani Sehat, Negara Hadir di Tengah Masyarakat
Selain pendidikan, Anwar-Reny juga menjadikan pelayanan kesehatan sebagai bagian penting dari kebijakan pemerintahan melalui program Berani Sehat.
Program tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan, termasuk pelayanan berobat gratis bagi warga Sulteng sesuai ketentuan program dengan menggunakan KTP Sulteng.
Jemmy menilai Berani Cerdas dan Berani Sehat memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Program ini benar-benar membantu dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, mulai dari kota sampai pelosok desa,” ujarnya.
Menurut dia, pendidikan dan kesehatan memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas manusia. Pendidikan membuka kesempatan masyarakat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sementara kesehatan memastikan masyarakat mampu menjalani kehidupan dan aktivitas produktif.
Didukung DPRD Sulteng
Gubernur Anwar Hafid menegaskan keberhasilan pelaksanaan program prioritas tersebut tidak terlepas dari dukungan DPRD Sulawesi Tengah melalui APBD.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulteng yang memberikan dukungan sekaligus kritik terhadap pelaksanaan sembilan program Berani.
“Kesuksesan pelaksanaan program sembilan Berani itu, dua di antaranya sangat mendesak dan harus segera direalisasikan sejak awal pemerintahan kami, yaitu Berani Cerdas dan Berani Sehat,” ujar Anwar.
Menurut mantan Bupati Morowali dua periode tersebut, dukungan legislatif menjadi bagian penting agar program prioritas dapat terus berjalan dan dirasakan masyarakat.
Pendidikan Adalah Investasi Jangka Panjang
Jemmy berpandangan, investasi pemerintah terhadap pendidikan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Sulawesi Tengah.
Ia mengingatkan bahwa hak memperoleh pendidikan telah ditegaskan dalam Pasal 31 UUD 1945. Konstitusi menyebut setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah berkewajiban membiayai pendidikan dasar.
Semangat mencari ilmu juga memiliki akar kuat dalam ajaran Islam. Perintah “Iqra” dalam wahyu pertama dapat dimaknai secara luas sebagai dorongan untuk membaca, belajar, memahami dan mengembangkan pengetahuan sebagai jalan menuju perbaikan kehidupan manusia.
Karena itu, menurutnya, program pendidikan gratis tidak semestinya hanya dipandang sebagai bantuan sosial, tetapi sebagai investasi untuk membangun generasi masa depan.
“Kalau pendidikan dan kesehatan masyarakat semakin baik, maka kualitas SDM daerah juga akan semakin baik,” katanya.
Ia berharap Berani Cerdas dan Berani Sehat dapat terus dilaksanakan secara konsisten hingga akhir periode pemerintahan Anwar-Reny.
Sebab, pembangunan gedung dan infrastruktur memang penting, tetapi membangun manusia dinilai jauh lebih menentukan arah Sulawesi Tengah dalam jangka panjang. (**)














