ELSINDO, PALU- DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sulteng menggelar Workshop Pemberdayaan UMKM Pondok Pesantren di Perkebunan Kelapa Sawit yang dibuka Sekprov Dra. Novalina, M.M pada Rabu (11/10), hotel swissbell.
Kegiatan dihadiri Staf Khusus Wakil Presiden RI K.H. Muhammad Imam Aziz dan Sekjen Apkasindo Rino Afrino serta diikuti para petani sawit, santri Alkhairaat dan mitra kerja.
Ketua DPW Apkasindo Sulteng Siswanto, menyampaikan Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan kebun sawit terluas di pulau Sulawesi.
Hal ini lanjutnya mempengaruhi produktivitas panen sawit Sulteng sehingga jadi yang terbesar diantara provinsi-provinsi lain di pulau Sulawesi.
Olehnya agar kebijakan pemerintah senantiasa berpihak ke petani sawit maka Ia mengisyaratkan pentingnya Apkasindo sebagai wadah advokasi yang memberdayakan dan memperjuangkan hak-hak petani sawit.
“Petani sawit harus berorganisasi untuk mengawal kebijakan pemerintah supaya kita mendapat keadilan,” imbuhnya agar petani tidak ragu bergabung dalam Apkasindo.
Senada dengan itu, Sekjen Apkasindo Rino Afrino berterimakasih dan mengapresiasi Pemerintah Sulteng yang telah memiliki Pergub spesifik tentang pedoman penetapan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.
Selanjutnya Ia berharap pergub ini dapat diperbaharui dengan menjadikan pergub serupa dari Pemerintah Riau sebagai pembanding.
“Semoga petani Sulteng semakin sejahtera,” harapnya. (*/CHL)















