Banjir Terjang Donggala, Gubernur Anwar Hafid Kirim 610 Bronjong untuk Tanggul Darurat

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, saat menyampaikan sambutan mengenai banjir di Donggala. (FOTO: IST)

ELSINDO, DONGGALA – Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Donggala pada Selasa, 1 April 2025. Diguyur hujan deras selama dua jam sejak pukul 13.30 WITA, banjir meluas di tiga kecamatan yakni Banawa, Labuan, dan Sindue Tombusabora, dengan total 10 desa dan kelurahan terdampak.

Di Kecamatan Banawa, banjir merendam ratusan rumah warga, termasuk kos-kosan dan satu rumah sakit di Kelurahan Kabonga Besar, Kabonga Kecil, Maleni, Tanjung Batu, Labuan Bajo, Boya, dan Ganti. Sementara di Kecamatan Labuan, sebuah jembatan di Desa Labuan hanyut, dan satu rumah di Labuan Kungguma terdampak. Di Sindue Tombusabora, dua rumah, satu pasar, serta akses jalan di Desa Batusuya juga ikut terancam putus.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Donggala Vera Elena Laruni langsung menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, yang kemudian diperpanjang hingga 28 April 2025. Sejak hari pertama, Bupati Vera turun langsung memimpin evakuasi warga, melakukan pembersihan, dan mengerahkan excavator untuk normalisasi sungai. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala serius.

Pada 8 April 2025, Bupati Vera mengirim surat permohonan bantuan darurat kepada Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. Surat itu langsung direspons cepat. Gubernur Anwar memanggil Kepala BPBD Provinsi Sulteng, Akris Fattah Yunus, untuk merumuskan bantuan yang tepat dan mendesak.

Akris, yang juga mantan Kadis PU Donggala, merekomendasikan pemasangan bronjong sebagai solusi jangka pendek untuk membendung luapan sungai. Mendengar masukan itu, Gubernur Anwar Hafid langsung menginstruksikan pengiriman 610 keranjang kawat bronjong senilai Rp405 juta ke Pemkab Donggala.

Bantuan tersebut resmi diserahkan pada Jumat, 11 April 2025, oleh Kepala BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus kepada Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Donggala, Mardiana, di Kantor BPBD Provinsi Sulteng, Jalan MT. Haryono, Palu.

“Semoga bantuan bronjong ini bisa segera dimanfaatkan dan membantu meringankan beban Pemkab Donggala dalam masa tanggap darurat,” harap Gubernur Anwar Hafid.

Kini, warga Donggala menanti aksi cepat lanjutan agar bencana serupa tak kembali terjadi di tengah cuaca yang masih sulit diprediksi. (**)