Berani Cerdas Sentuh SLB, Sulteng Siapkan Revitalisasi Sekolah hingga Kuliah Guru Berkebutuhan Khusus

Kepala Bidang PKLK-IP Disdik Sulteng, Muhammad Warsita, S.Pd., MM. (FOTO: FADEL)

ELSINDO, PALU– Program Berani Cerdas yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya menyasar sekolah umum, tetapi juga memberikan perhatian besar kepada Sekolah Luar Biasa (SLB). Tahun 2026, berbagai program strategis disiapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, mulai dari revitalisasi sekolah, bantuan seragam, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kompetensi guru.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan Pendidikan Inklusif (PKPLK & IP) Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Warsita, S.Pd., MM, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulawesi Tengah melalui Program Berani Cerdas yang diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Di bidang pendidikan luar biasa, kami membina 33 SLB yang terdiri dari 16 SLB negeri dan 17 SLB swasta, termasuk sekolah inklusi. Fokus utama kami adalah memastikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus semakin berkualitas dan merata,” ujar Warsita.

Menurutnya, salah satu program prioritas tahun ini adalah revitalisasi sekolah. Selain dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mengalokasikan anggaran khusus melalui Program Berani Cerdas untuk pengembangan SLB yang mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga tetap menganggarkan bantuan seragam sekolah bagi sekitar 1.000 peserta didik serta bantuan kebutuhan pokok bagi siswa yang tinggal di asrama.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah kepada sekolah-sekolah luar biasa agar peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang lebih baik dan nyaman,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah pusat juga telah mengalokasikan bantuan revitalisasi untuk sembilan SLB di Sulawesi Tengah. Program tersebut dikelola langsung oleh masing-masing sekolah dengan pendampingan dan monitoring dari pemerintah daerah.

Selain pembangunan fisik, Warsita menegaskan bahwa digitalisasi menjadi agenda penting yang terus didorong di lingkungan SLB. Salah satu sekolah yang dipersiapkan menjadi model digitalisasi pembelajaran adalah SLB Purame.

“SLB Purame akan menjadi sekolah percontohan dalam penerapan digitalisasi pembelajaran. Mereka juga akan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan program tersebut,” jelasnya.

Peningkatan kualitas data pendidikan juga menjadi fokus utama. Dinas Pendidikan tengah melakukan pembenahan data peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan agar seluruh program dapat berjalan tepat sasaran.

Menurut Warsita, inovasi dalam pendidikan luar biasa menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan perkembangan zaman sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Lebih jauh, Program Berani Cerdas juga akan membuka peluang peningkatan kompetensi guru SLB melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan karena hingga saat ini Sulawesi Tengah belum memiliki program studi khusus Pendidikan Luar Biasa (PLB) di perguruan tinggi.

“Atas arahan Kepala Dinas Pendidikan, kami sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Negeri Makassar. Insya Allah dalam bulan ini akan direalisasikan untuk sekitar 50 guru SLB,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, para guru dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas mengajar karena perkuliahan akan dilaksanakan dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

Program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak guru yang memiliki kompetensi khusus dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus sehingga kualitas pendidikan luar biasa di Sulawesi Tengah semakin meningkat.

“Harapannya seluruh SLB di Sulawesi Tengah memiliki guru yang benar-benar kompeten di bidang pendidikan luar biasa sehingga pelayanan pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus semakin optimal,” tutup Warsita. (**)