Berita  

Berani Cerdas Sulteng Jangkau Puluhan Ribu Mahasiswa, Orang Tua: Harapan Anak Daerah Kembali Terbuka

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, didampingi Wagub, saat memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah di Aula SMA Negeri 1 Bungku Tengah.

ELSINDO, PALU— Program Berani Cerdas yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang memiliki anak di jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.

Program yang menjadi bagian dari visi pemerintahan Anwar-Reny periode 2025-2029 tersebut memberikan dukungan biaya pendidikan bagi siswa SMA, SMK, SLB hingga mahasiswa jenjang S1, S2 dan S3 sesuai ketentuan penerima manfaat.

Bagi orang tua yang selama ini menjadikan biaya pendidikan sebagai beban ekonomi keluarga, kehadiran program tersebut dinilai membuka kembali kesempatan anak-anak daerah untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Orang tua tidak perlu lagi terlalu memikirkan biaya sekolah dan kuliah anak-anaknya, khususnya mereka yang masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4. Kita patut bersyukur karena pemerintah hadir melalui program Berani Cerdas,” ujar Jemmy, salah seorang orang tua siswa asal Kabupaten Banggai, Kamis (3/9/2026).

Menurut Jemmy, bantuan pendidikan tersebut bukan sekadar meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus mengejar pendidikan.

“Tinggal anak-anak kita dipantau dan diawasi agar benar-benar fokus belajar. Jangan sampai ada lagi putra-putri daerah yang putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” katanya.

23.569 Mahasiswa Sudah Terjangkau

Berdasarkan data yang disampaikan, pada tahap awal program Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 mahasiswa dengan anggaran lebih dari Rp84 miliar pada 2025.

Jumlah penerima diproyeksikan terus bertambah seiring berlangsungnya pendaftaran, validasi data dan perluasan kuota pada 2026. Perluasan tersebut mencakup pendidikan Strata 2 (S2), Strata 3 (S3), dokter spesialis hingga bantuan penyelesaian studi.

Di Universitas Tadulako (Untad), misalnya, tercatat sebanyak 10.768 mahasiswa berdasarkan hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng pada Januari 2026.

Sementara di UIN Datokarama Palu terdapat 2.173 mahasiswa yang telah masuk daftar tunggu pencairan.

Adapun data penerima dari sejumlah perguruan tinggi lainnya masih dalam proses validasi dan rekapitulasi, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta di Sulteng maupun di luar daerah, seperti Universitas Hasanuddin dan sejumlah kampus di Pulau Jawa.

Pemprov Sulteng juga terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi agar semakin banyak mahasiswa asal Sulteng memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

BOSDA Berlaku untuk Sekolah Negeri dan Swasta

Selain beasiswa perguruan tinggi, Pemprov Sulteng juga menjalankan dukungan pendidikan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi SMA, SMK dan SLB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., mengatakan BOSDA diberikan kepada sekolah negeri maupun swasta.

“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng, ada sekitar 453 sekolah. Tidak menggunakan desil,” jelas Firmanza.

Gubernur Anwar Hafid sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya.

“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan fisik, tetapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia, anak-anak Sulteng, dengan memberikan biaya pendidikan mulai dari SMA, SMK, SLB untuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4, serta perguruan tinggi mulai S1, S2 dan S3,” tegas Anwar.

Tidak hanya biaya kuliah, dukungan pendidikan juga mencakup kebutuhan tertentu bagi siswa SMK, termasuk biaya praktik kerja industri (prakerin) dan uji kompetensi (ukom), sesuai program pemerintah daerah.

Satu Rumah Satu Sarjana

Bagi keluarga kurang mampu, program tersebut menjadi harapan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan anak.

Sejumlah penerima manfaat menilai Berani Cerdas memberikan ruang bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi, termasuk mewujudkan gagasan “Satu Rumah Satu Sarjana”.

Kemudahan proses administrasi juga menjadi salah satu hal yang diapresiasi. Untuk mahasiswa yang kuliah di luar daerah, proses verifikasi dapat difasilitasi melalui Bank Sulteng dengan melibatkan orang tua atau wali dan mahasiswa melalui video call.

Para orang tua berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten hingga mahasiswa menyelesaikan studinya dan cakupan penerima terus diperluas.

“Harapan kami program ini jangan berhenti di tengah jalan. Anak-anak harus bisa menyelesaikan kuliahnya sampai lulus,” kata Jemmy.

Ia menilai pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Prinsip tersebut, kata dia, juga sejalan dengan amanat Pasal 31 UUD 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan negara berkewajiban membiayai pendidikan dasar.

Karena itu, keberlanjutan program Berani Cerdas dinilai bukan hanya soal bantuan biaya pendidikan, tetapi investasi pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia Sulawesi Tengah di masa depan. (**)