ELSINDO, PALU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi mengawali rangkaian kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta Gebyar Ramadan 1447 H Tahun 2026, Rabu (18/2/2026).
Program ini sebagai bagian dari komitmen mendukung kelancaran Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sekaligus penguatan ekonomi syariah di daerah. Kegiatan kick off dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna.
Hadir pula Dr. Rudi Dewanto, SE., MM., selaku Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, perbankan, pelaku usaha, serta insan media.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, menyampaikan bahwa Program SERAMBI merupakan agenda tahunan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup.
“Begitu pula pecahan sesuai, tepat waktu, dan berkualitas layak edar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna.
Sedangkan, tema yang diusung tahun ini ialah “Rupiah Memberi Makna Di Bulan Penuh Berkah”. Di mana kehadiran Rupiah menegaskan bahwa sebagai bagian dari momentum penting bagi masyarakat di bulan suci Ramadan.
“Mulai dari aktivitas ibadah, sampai dengan tradisi berbagi di antara sesama yang mencakup pesan utama yakni, Bank Indonesia menjaga ketersediaan Rupiah, layanan Rupiah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan kolaborasi bersama BI dan perbankan, edukasi dan komunikasi ke masyarakat terkait Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah,” katanya.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto mengatakan bahwa program ini bertujuan membantu untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan uang tunai menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriyah/ 2026.
“Ini semua berkaitan dengan penukaran uang tunai. Karena biasa di hari besar keagamaan seperti ini banyak kebutuhan masyarakat mengenai Uang Pecahan Kecil (UPK) selama lebaran. Kami pemerintah daerah juga senang dibantu Bank Indonesia dalam menciptakan ketenangan dan kenyamanan di masyarakat,” ujar Rudi Dewanto. (FA)
















