ELSINDO, PALU – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah (Kanwil Sulteng) menyampaikan bahwa minat konsumen membeli beras SPHP di daerah ini semakin banyak.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, Jusri. Ia mengaku bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan penyaluran beras SPHP ke pedagang dengan menggelontorkan sebanyak 40 ton dalam sehari.
“Banyak permintaan masyarakat yang membeli terkait dengan beras SPHP. Di mana kami juga terus mengandalkan penyaluran beras SPHP sebagai upaya menekan harga beras di pasaran,” kata Jusri.
Peningkatan permintaan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas beras SPHP yang disalurkan Bulog, sekaligus menjadi indikator tingginya kebutuhan akan beras dengan harga yang terjangkau di tengah masyarakat.
Untuk memastikan distribusi berjalan lebih merata, Bulog juga memberikan keleluasaan kepada para pedagang dalam mengajukan permintaan pasokan. Saat ini, setiap pedagang dapat mengajukan permintaan hingga 4 ton beras SPHP per hari.
Hal tersebut, lanjut Jusri, diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat lebih mudah memperoleh beras SPHP tanpa mengalami kelangkaan.
“Kami memberikan kesempatan kepada pedagang untuk mengajukan permintaan hingga 4 ton per hari agar akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin mudah dan distribusinya lebih merata,” jelasnya.
Bulog memastikan penyaluran dilakukan melalui jaringan pedagang yang telah bekerja sama sehingga pasokan tetap tersedia di pasaran. Selain menjaga ketersediaan, program SPHP juga bertujuan membantu menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Di tingkat pedagang, harga beras SPHP dijual sesuai ketentuan yang berlaku, yakni berkisar antara Rp60.000 hingga Rp62.500 per kemasan lima kilogram.
Bulog Kanwil Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk membeli beras SPHP di pedagang resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah
Bulog Sulteng juga mengajak pelaku usaha untuk menjadi mitra Rumah Pangan Kita (RPK). Lanjut dia, sebab RPK menjadi salah satu instrumen dalam memperluas jangkauan produk berkualitas hingga ke konsumen.
“RPK menjadi penyokong salah satu pilar ketahanan pangan (ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas) yang diemban Bulog dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di sektor pangan,” urainya. (FA)













