Bulog Sulteng Distribusi Beras SPHP 84 Ton Per Hari

Terlihat salah satu warga yang membeli beras SPHP di kegiatan pasar murah beberapa waktu lalu. FOTO : Elsindo.

ELSINDO, PALU – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah menyatakan untuk pendistribusian beras SPHP kurang lebih sebanyak 84 ton per hari dari target periode  Juli hingga Desember sebanyak 13.056 ton

“Realisasi penyaluran SPHP per 31 Juli 2025, ada 266,600 ton atau 27,23% dari target bulan Juli 979.22 ton, atau 2,03% dari target hingga  Desember,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sulteng, Elis Nurhayati, Jumat (1/8/2025).

Dijelaskan, hal ini sebagai upaya Pemerintah untuk melindungi daya beli dan keterjangkauan harga bagi konsumen telah dilaksanakan penyaluran SPHP sesuai dgn Surat dari Bapanas No 173/TS/02.02/K/7/2025 tanggal 8 Juli 2025 perihal penugasan SPHP Beras di tingkat konsumen periode Juli – Desember 2025.

Sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 224 tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 215 tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Stabillisasi Pasokan Dan Harga Pangan di Tingkat Konsumen Periode Juli hingga Desember 2025 bahwa Penyaluran Beras SPHP melalui operasi pasar umum di tingkat eceran dilakukan oleh Mitra Perum BULOG yaitu: (1) Pengecer di Pasar rakyat yaitu pelaku usaha yang bukan distributor yang berada di area pasar rakyat, yang kegiatan pokoknya memasarkan barang secara langsung kepada konsumen. Penyaluran melalui pengecer di pasar rakyat diprioritaskan dan dioptimalkan di kabupaten/kota baroketer inflasi, wilayah dengan harga beras di atas harga eceran tertinggu Beras dan/atau wilayah nonsentra produksi; 

Selanjutnya, (2) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (3) Pemerintah Daerah melalui Outlet pangan Binaan dan GPM;(4) BUMN (Perum BULOG, ID FOOD, PT Pos Indonesia, PT Perjebunan Nusantara, dan Pupuk Indonesia Holding Company) melalui outlet BUMN.

Kemudian, (5) Instansi Pemerintah (Kementerian/Lembaga, TNI, POLRI, dan lainnya) melalui koperasi atau outlet instansi pemerintah dan/atau GPM. Berikut, (6) RPK Perum BULOG yg sudah diverifikasi; dan atau (7) Swalayan/Toko Modern yang tidak melakukan penjualan grosir.

“Yang pemesannnya dilakukan melalui aplikasi SPHP dengan harga Rp 11 ribu di gudang Bulog dan mitra dapat menjualnya maksimal HET beras medium 12.500/kg. Maksimal pengambilan 2 ton dan dapat melakukan pembelian kembali dengan mempertimbangkan ketersediaan stok di masing-masing mitra tersebut,” jelasnya.

Sementara konsumen akhir dibatasi maksimal 2 karung ukuran kemasan 5 kg dan mereka tidak boleh untuk dijual lagi. Selain itu, mitra Perum Bulog sebagai pelaksana SPHP Beras dilakukan verifikasi terlebih dahulu. 

“Verifikasi dapat melibatkan dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintah bidang Pangan dan/atau Perdagangan Provinsi/Kabupaten/kota, dan/atau satgas Pangan Polri Provinsi/Kabupaten/Kota,” ujarnya. 

Saat ini Perum Bulog Kanwil Sulteng telah menyalurkan melalui saluran pengecer di pasar rakyat terutama di pasar pencatatan BPS, KDMP, outlet BUMN, KDMP, GPM yang dilaksanakan oleh DKP Provinsi, Kabupaten dan Kota, GPM oleh TNI.

“Harapannya kedepan dengan tambahan saluran mitra SPHP pada Juknis yang terbaru dapat menambah lebih masif penyaluran SPHP, sehingga memudahkan masyarakat untuk membeli beras dengan harga terjangkau dan bisa menurunkan harga beras di pasar,” ujarnya menambahkan. (FA)