ELSINDO, PALU – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menjamin ketersediaan stok beras di tengah dampak kekeringan terhadap produksi pangan.
“Kami meminta kepada masyarakat agar tidak panik dan melakukan pembelian beras secara berlebihan. Utamanya, di tengah kekhawatiran dampak kekeringan terhadap produksi pangan,” ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, belum lama ini
Ia menyebut kekeringan merupakan kondisi yang berulang setiap tahun dan dapat mempengaruhi penyerapan gabah maupun beras dari petani. Namun, kondisi tersebut tidak berarti ketersediaan beras pemerintah mengalami kekurangan.
“Kalau berbicara masalah kemarau seperti ini, hampir setiap tahun kita jalani kehidupan yang ada kemarau, ada musim hujan,” kata Jusri.
Menurutnya, Bulog telah memiliki manajemen stok untuk menjaga ketersediaan beras. Cadangan beras pemerintah secara nasional yang dikelola Bulog disebut mencapai sekitar 4,4 hingga 4,5 juta ton.
“Di Bulog sendiri ada waktunya menyerap dan ada juga waktunya karena kondisi seperti ini, penyerapan agak sedikit terganggu,” ungkapnya.
Jusri menegaskan, kondisi tersebut tidak perlu direspons masyarakat dengan membeli beras secara berlebihan. Bulog tetap melakukan penyerapan beras dan gabah petani serta mengelola stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Selain stok pemerintah, upaya menjaga ketahanan pangan juga dilakukan melalui bantuan pangan. Bantuan pangan untuk periode Juli hingga September telah disalurkan dengan capaian sekitar 82 persen,” katanya.
Sementara Bulog bersama pemerintah daerah, kata Jusri, TNI dan Polri juga terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, ini dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
“Dalam pengelolaan stok, Bulog juga memiliki mekanisme perpindahan beras antar wilayah. Jika diperlukan, kebutuhan Sulawesi Tengah dapat diperkuat melalui pasokan dari wilayah lain,” jelasnya.
Jusri kembali mengimbau masyarakat tidak terpengaruh kekhawatiran yang dapat memicu panic buying. Masyarakat diminta membeli beras sesuai kebutuhan, karena pemerintah terus menyiapkan stok dan menjalankan berbagai program stabilisasi pangan. (FA)














