ELSINDO, PALU – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah berkomitmen untuk mencapai penyerapan hasil panen petani lokal berupa gabah setara beras hingga Juli mendatang.
“Jumlah target gabah setara beras di tahun ini sebanyak 11.300 ton. Namun, kami akan tetap berupaya untuk secepatnya mencapai target antara bulan Juni dan Juli,” ungkap Pemimpin Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, Jusri mengaku bahwa pihaknya juga menargetkan bisa melampaui di angka 11.300 ton sampai dengan akhir tahun. Bulog Sulteng menggunakan dua metode penyerapan hasil panen, yakni melalui gabah maupun beras.
“Sudah ada beberapa wilayah kita sosialisasikan ke mitra penggilingan dan mereka mau menjual gabah ke Bulog. Kebetulan kita membuka kran pengadaan gabah maupun beras di hampir seluruh Sulawesi Tengah,” katanya.
Hingga April 2026, realisasi penyerapan setara beras tercatat sudah mencapai 2.879 ton atau sekitar 25 persen dari target. Dengan rincian sekira 1.600 ton terserap awal Maret dan bertambah 1.200 ton pada April.
“Kami optimistis penyerapan akan meningkat signifikan seiring puncak panen raya yang diperkirakan akhir April hingga awal Mei dan berlanjut hingga Juni. Bahkan, petugas Bulog aktif menyambangi mitra,” jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengadaan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Sementara pihaknya juga mendorong metode penyerapan dengan mengubah kebiasaan petani dari menjual beras menjadi gabah.
“Perubahan ini dinilai mampu memangkas rantai distribusi sekaligus memberi ruang bagi Bulog untuk mengontrol kualitas sejak awal proses. Ditambah lagi dengan adanya ekspansi kemitraan menjadi strategi kunci,” ujar Jusri.
“Di Pantai Barat Donggala, jumlah mitra ditingkatkan dari satu menjadi dua hingga tiga pihak. Sementara di Parigi, jumlah mitra melonjak menjadi lima. Di Morowali dan Morowali Utara yang kini memiliki tiga mitra aktif,” ujarnya menambahkan. (FA)














