Bulog Sulteng Pastikan Ketersediaan Minyakita di Pasar

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan stok Minyakita di pasar sebagai langkah strategis menekan lonjakan harga. FOTO : FIKRI.

ELSINDO, PALU – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan stok Minyakita di pasar sebagai langkah strategis menekan lonjakan harga.

“Kebijakan ini menegaskan adalah komitmen Bulog Sulteng untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, termasuk minyak goreng dalam kemasan,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan pihaknya telah menyalurkan Minyakita secara masif selama beberapa hari terakhir ke seluruh kabupaten kota di Sulawesi Tengah. Ia menyebut distribusi ini diharapkan mampu menurunkan harga dalam waktu dekat.

“Distribusi sudah berjalan dan kami harapkan minggu ini harga mulai turun. Kenaikan harga sebelumnya dipicu keterbatasan stok Minyakita pada periode Maret hingga awal April 2026,” ungkap Jusri.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga rata-rata Minyakita sempat berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp16.200 per liter. Jusri merinci, variasi harga masih ditemukan di sejumlah pasar, mulai dari Rp15.500 hingga Rp17.000 per liter.

“Sementara itu, beberapa wilayah dengan harga relatif tinggi meliputi Kabupaten Morowali Utara, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan Buol. Namun, kami memastikan distribusi kini telah menjangkau seluruh wilayah,” katanya.

Dengan terpenuhinya pasokan, Bulog optimistis harga Minyakita akan segera stabil dan berangsur turun hingga harga ditetapkan, yakni Rp 15.700 per liter.
Selain itu, Jusri menjelaskan bahwa Minyakita memiliki dua jenis kemasan di pasaran, yakni kemasan botol dan pouch.

“Perbedaan harga bisa terjadi karena jalur distribusi yang berbeda, terutama untuk produk yang tidak melalui jaringan Bulog. Perlu dipahami bahwa Minyakita bukan sepenuhnya dikelola Bulog. Sekitar 35 persen dikelola Bulog, sedangkan 65 persen lainnya didistribusikan melalui pihak swasta,” ujarnya.

“Bulog fokus menjalankan penugasan pemerintah dalam mengelola porsi 35 persen tersebut agar tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan langkah Bulog Sulteng perbanyak stok Minyakita, diharapkan kestabilan harga dapat segera tercapai dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pasar,” ujarnya menambahkan. (FA)