ELSINDO, MORUT– Berbagai capaian dan kemajuan yang diraih Kabupaten Morowali Utara belakangan ini didalamnya terdapat kontribusi ibu-ibu PKK yang cukup besar.
“Ini harus diakui karena hampir semua penghargaan yang kita terima sangat terkait dengan keberhasilan pelaksanaan sepuluh program pokok PKK,” jelas Bupati Morut Delis Julkarson Hehi.
Penegasan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-51 tahun 2023 dan Rapat Konsultasi PKK se Kabupaten Morowali Utara tahun 2023, di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Rabu (25/10/2023).
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Morut H. Djira K, Sekda Musda Guntur, Ketua TP PKK Morut Febriyanthi Hongkiriwang, Wakil Ketua TP PKK Widyawati Malla, Ketua Dharma Wanita Persatuan Morut, pada pimpinan OPD dan ratusan ibu-ibu PKK.
Sambil menampilkan data-data pencapaian Morut selama tiga tahun terakhir, Bupati Delis mengatakan berbagai kemajuan ini merupakan prestasi ibu-ibu PKK mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai tingkat desa.
Data itu dimulai dari Indeks Desa Membangun.
Pada tahun 2020-2021 belum ada desa mandiri di Morut. Tahun 2022 ada dua desa mandiri, tahun 2023 naik menjadi empat desa mandiri.
Kemudian yang berstatus desa maju. Tahun 2020 baru ada tiga desa maju, tahun 2021 empat desa maju, tahun 2022 melonjak menjadi 20 dan tahun 2023 naik lagi menjadi 40 desa maju.
Lalu angka desa kategori desa berkembang menurun terus karena banyak desa di Morut telah bergeser menjadi desa maju.
Selanjutnya yang masuk desa tertinggal. Tahun 2021 sebanyak 46 desa tertinggal, tahun 2022 turun menjadi 22 desa tertinggal dan tahun 2023 tersisa dua desa tertinggal.
Begitupun angka desa sangat tertinggal. Tahun 2020 masih ada empat desa sangat tertinggal, tahun 2021 berkurang menjadi tiga desa dan tahun 2022 tidak ada lagi desa yang masuk kategori desa sangat tertinggal di Morut
Bupati mengatakan penilaian Indeks Desa Membangun ini didasarkan pada tiga kriteria yakni indeks sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks lingkungan hidup.
Ketiga kriteria itu menjadi dasar penilaian untuk pemetaan IDM di seluruh desa di Indonesia.
“Ketiga kriteria itu sangat berkaitan erat dengan 10 program pokok PKK. Artinya, kemajuan di desa kita berarti pula pelaksanaan program PKK telah berjalan dengan baik,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Delis juga membeberkan hasil penilaian penyelenggaraan pemerintahan daerah di Provinsi Sulawesi Tengah yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri.
Dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, Pemda Morut menempati peringkat pertama dalam penilaian kinerja tahun 2022.
Pada tahun 2023 ini, Pemda Morut juga menerima anugerah Manggala Karya Kencana dari pemerintah pusat khususnya BKKBN atas keberhasilan Morut menekan angka stunting.
“Saya ingin tegaskan di sini, keberhasilan dan berbagai penghargaan itu bukan karena bupati dan wakil bupati yang hebat, tapi prestasi semua masyarakat termasuk ibu-ibu PKK,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Morut Febriyanthi Hongkiriwang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader PKK hingga di tingkat desa atas kerja sama dan dedikasinya yang luar biasa.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Yusdah Ramaino melaporkan selain Rapat Konsultasi (Rakon) PKK, juga dilaksanakan jambore yang diikuti utusan PKK desa, kecamatan dan kabupaten.
Untuk jambore kader PKK, berbagai kegiatan ditampilkan seperti lomba penyuluhan, lomba sosiodrama, lomba masak serba ikan, dan lomba cipta menu mengatasi stunting.
Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-51 ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati Delis dan Wabup H. Djira.
Pada saat itu juga dilakukan pelantikan pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Morowali Utara periode 2023-2026.(**)















