Bupati Sigi Buka Peluang Libatkan Swasta Kelola Danau Lindu, Fokus Benahi Infrastruktur Wisata

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae berikan keterangan terkait evaluasi-evaluasi yang dilakukan pasca FDL 2026. FOTO: ELSINDO

ELSINDO, SIGI– Membludaknya jumlah pengunjung pada Festival Danau Lindu (FDL) 2026 menjadi sinyal kuat bahwa Danau Lindu semakin diminati sebagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah. Namun, di balik tingginya animo masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menilai masih banyak infrastruktur yang harus dibenahi.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae mengungkapkan, lonjakan pengunjung selama FDL yang digelar pada 23-25 Juli 2026 di Desa Tomado, Kecamatan Lindu menjadi bahan evaluasi sekaligus optimisme terhadap masa depan pariwisata Lindu.

“Saya gembira, tetapi juga was-was karena tidak menyangka pengunjung begitu membludak. Ini menunjukkan Danau Lindu sudah siap menjadi destinasi wisata,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2026.

Untuk mempercepat pengembangan kawasan, Bupati Rizal membuka peluang keterlibatan pihak swasta dalam penyediaan sarana dan prasarana wisata. Menurutnya, kemampuan pemerintah memiliki keterbatasan sehingga diperlukan kolaborasi dengan investor atau pelaku usaha yang berpengalaman di bidang pariwisata.

Ia bahkan menyebut tidak menutup kemungkinan pengelolaan kawasan wisata Danau Lindu dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang mampu mengembangkan destinasi secara profesional, menghadirkan edukasi wisata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Selain pengelolaan, evaluasi utama juga diarahkan pada pembenahan infrastruktur dasar. Bupati menilai rekayasa lalu lintas, penyediaan jalur alternatif, area parkir, hingga fasilitas MCK menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

Pemkab Sigi juga akan mendorong koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu untuk mencari solusi pembangunan akses jalan alternatif di kawasan yang berada di luar kawasan hutan, sehingga kemacetan saat festival dapat diurai.

Di sisi lain, Bupati telah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk menambah jumlah fasilitas MCK, karena fasilitas yang tersedia saat pelaksanaan festival dinilai masih jauh dari memadai.

Sebagai bagian dari evaluasi, Pemkab Sigi juga mempertimbangkan penyebaran lokasi penyelenggaraan FDL ke beberapa desa, seperti Tomado, Langko, dan Anca, dengan menghadirkan konten kegiatan yang berbeda di waktu bersamaan.

Konsep tersebut diharapkan mampu membagi konsentrasi pengunjung, mengurangi kepadatan di satu titik, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat di kawasan Danau Lindu.(**)