Bupati Vera Tegas: Donggala Belum Mampu Bayar Gaji ke-13 dan ke-14 PPPK

Bupati Donggala, Vera E. Laruni. (FOTO:IST)

ELSINDO, DONGGALA — Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, secara terbuka menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Donggala belum dapat menjanjikan pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pernyataan tegas itu disampaikan Bupati Vera saat menemui langsung ratusan tenaga PPPK yang menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Senin (6/10/2025).

Dalam dialog terbuka tersebut, Vera menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, seluruh tanggung jawab penggajian PPPK telah dialihkan ke pemerintah daerah. Namun, kemampuan fiskal Kabupaten Donggala masih terbatas dan belum mampu menanggung beban penggajian sebanyak 2.055 pegawai.

“Kebijakan berubah sejak 2024, penggajian PPPK dialihkan ke daerah dan menjadi tanggungan pemerintah daerah. Sementara kami belum mampu menggaji sebanyak 2.055 orang,” jelas Vera di hadapan massa aksi.

Situasi keuangan daerah, lanjutnya, semakin berat setelah terjadi pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp140 miliar. Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah semakin sempit dan berdampak pada keterbatasan anggaran untuk tambahan gaji.

“Kalau dipaksakan membayar gaji ke-13 dan ke-14, dananya memang sudah tidak ada. Kami sudah melakukan banyak pemotongan agar gaji Desember tetap bisa dibayarkan,” ungkapnya.

Vera juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberikan janji kosong kepada para tenaga PPPK. Menurutnya, kejujuran dan transparansi lebih penting agar pegawai memahami kondisi riil keuangan daerah.

“Saya tidak mau menjanjikan sesuatu yang belum pasti. Kalau sudah jelas baru saya putuskan,” tegasnya.

Meski begitu, Vera tetap menunjukkan komitmen untuk mencari solusi terbaik. Ia membuka ruang dialog lanjutan dengan perwakilan PPPK agar persoalan tersebut bisa dibahas secara mendalam dan dicarikan jalan keluarnya bersama.

“Saya akan atur waktu untuk bertemu perwakilan kalian agar kita bisa membahas lebih dalam,” pungkasnya.

Langkah Bupati Vera yang turun langsung menemui massa aksi mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, yang menilai sikap terbukanya mencerminkan kepemimpinan yang jujur dan berani menghadapi persoalan secara langsung. (**)