Berita  

Capaian Cek Kesehatan Gratis Sulteng Capai 30,9 Persen, Parimo Tertinggi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Syahriar, M.Kes. (FOTO: IST)

ELSINDO, PALU — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sulawesi Tengah terus berjalan dan hingga 19 Agustus 2026 telah mencapai 30,9 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Syahriar, M.Kes., mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi pelaksanaan CKG sejak Januari hingga 19 Agustus 2026.

Dari total penduduk Sulawesi Tengah yang mencapai 3.174.998 jiwa, pemerintah menargetkan sebanyak 1.461.157 orang mendapatkan layanan CKG.

Berdasarkan data Dinkes Sulteng, jumlah masyarakat yang telah mendaftar untuk mengikuti program tersebut mencapai 1.015.528 orang. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 981.211 orang telah hadir dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Capaian program tersebut masih menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok antarwilayah. Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menjadi daerah dengan capaian tertinggi, yakni 58,4 persen.

Posisi berikutnya ditempati Morowali Utara dengan capaian 47,6 persen, disusul Banggai Kepulauan (Bangkep) 41,6 persen dan Morowali 39,2 persen.

Sementara itu, Donggala mencatat capaian 35,9 persen, Sigi 31,8 persen, Banggai 26,3 persen, Tolitoli 23,6 persen, dan Buol 22,4 persen.

Selanjutnya, Tojo Una-Una (Touna) mencapai 20,2 persen, Banggai Laut (Balut) 17,8 persen, Poso 16,2 persen, sedangkan Kota Palu menjadi daerah dengan capaian terendah, yakni 10,4 persen.

Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan capaian CKG antar kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Parimo mencatat capaian lebih dari separuh target, sementara sejumlah daerah lainnya masih berada di bawah 20 persen.

Dinkes Sulteng terus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat agar target CKG dapat dicapai secara optimal. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sekaligus mendeteksi lebih dini berbagai risiko penyakit.

Dengan masih tersedianya waktu pelaksanaan program, peningkatan sosialisasi dan kemudahan akses layanan menjadi penting agar masyarakat yang telah mendaftar dapat segera hadir dan mendapatkan pemeriksaan.

Program CKG juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat langkah promotif dan preventif di bidang kesehatan, sehingga berbagai masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. (**)