Demi Keselamatan Siswa, Kemenag Sulteng Alihkan Pembelajaran Madrasah ke Sistem Daring

Kakanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Junaidin. (FOTO:ISTIMEWA)

ELSINDO, PALU– Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tengah menginstruksikan madrasah di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) untuk meliburkan siswa dari kegiatan belajar tatap muka dan mengalihkan pembelajaran secara daring dari rumah. Gempa tersebut berpusat di wilayah tenggara Palu dan menimbulkan dampak di sejumlah daerah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Dr. H. Junaidin, mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik di tengah masih terjadinya gempa susulan.

“Saya juga telah mengimbau kepada para kepala madrasah agar meliburkan anak-anaknya, tentunya ini demi kewaspadaan kita,” ujar Junaidin melalui sambungan telepon, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, instruksi tersebut berlaku bagi madrasah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, serta wilayah lain yang mengalami dampak gempa bumi.

Selain meliburkan kegiatan belajar tatap muka, Kanwil Kemenag juga meminta seluruh madrasah untuk tetap melaksanakan proses pembelajaran melalui sistem daring agar aktivitas pendidikan tetap berjalan.

“Saya juga sudah instruksikan melalui Bidang Pendidikan Madrasah agar proses belajar mengajar dilakukan secara daring,” katanya.

Junaidin menjelaskan, saat ini sebagian besar madrasah juga telah memasuki masa akhir semester sehingga proses pembelajaran dari rumah dinilai lebih memungkinkan untuk dilaksanakan tanpa mengganggu agenda akademik.

Meski demikian, pihaknya belum menentukan sampai kapan kebijakan belajar daring diberlakukan. Keputusan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

“Terkait berapa lama waktu siswa belajar daring dari rumah, kami melihat kondisi dulu. Kami terus memantau kondisi-kondisi madrasah yang terdampak seperti di daerah Kabupaten Sigi. Ada beberapa desa yang sangat terdampak sekali,” jelasnya.

Kanwil Kemenag Sulteng juga terus berkoordinasi dengan jajaran madrasah untuk memastikan kondisi bangunan sekolah serta keamanan lingkungan pendidikan sebelum kegiatan belajar tatap muka kembali dilaksanakan.

Di akhir keterangannya, Junaidin mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa agar situasi segera pulih dan aktivitas dapat kembali normal.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang, jangan mudah percaya informasi-informasi yang belum jelas. Tentunya kita berdoa agar gempa bumi ini segera berakhir dan bisa beraktivitas kembali seperti biasanya,” pungkasnya. (**)