ELSINDO, DONGGALA– Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, kini tengah menapaki langkah besar menuju desa digital. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Toaya, Ompo Wijaya, desa ini berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang transparan, modern, dan mudah diakses masyarakat.
Sejak awal menjabat, Ompo Wijaya menegaskan pentingnya transparansi anggaran dalam tata kelola keuangan desa. Setiap proses, kata dia, harus terbuka agar masyarakat bisa ikut mengawasi. “Perangkat desa sudah mampu mengelola sekaligus mempublikasikan informasi tersebut secara jelas,” tegasnya, Selasa (30/09/25).
Lompatan inovasi mulai dilakukan sejak 2023 dengan menghadirkan Anjungan Pelayanan Mandiri (APM). Melalui layanan ini, masyarakat bisa membuat sendiri permohonan administrasi, seperti surat keterangan kelakuan baik atau keterangan domisili, yang kemudian ditandatangani secara digital.
Tahun 2025, Desa Toaya kembali menargetkan digitalisasi penuh layanan administrasi. Kini, desa tersebut sudah memiliki website resmi yang menampilkan informasi kegiatan pemerintahan sekaligus menyediakan layanan administrasi online. “Harapannya, warga tidak perlu repot bolak-balik ke kantor desa. Cukup akses dari rumah,” jelas Ompo.
Lebih jauh, Ompo menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal predikat, tetapi harus dibuktikan dengan kinerja nyata. “Kami ingin mewujudkan desa digital melalui transparansi anggaran, peningkatan kinerja aparatur, dan pelayanan publik yang lebih baik,” tambahnya.
Meski begitu, pemerintah desa tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi. Mereka tetap bisa mendapat pelayanan langsung dari operator desa, sementara generasi muda dipersilakan memanfaatkan layanan digital secara mandiri.
Transformasi yang dilakukan Desa Toaya ini menjadi bukti keseriusan dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan modern. Langkah ini juga memberi harapan baru bagi pelayanan publik di Kabupaten Donggala untuk semakin dekat dengan masyarakat. (**)















