ELSINDO, PALU- Kepala SMP Negeri 14 Palu, Masaat menegaskan, bahwa sekolahnya telah melarang seluruh siswa untuk tidak membawa gawai atau ponsel android.
“Alhamdulillah kebijakan itu mendapat persetujuan dan dukungan orang tua. Keputusan tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan peserta didik, mengingat penggunaan gawai di sekolah lebih dominan dimanfaatkan peserta didik untuk bermain game dibandingkan untuk pembelajaran,” kata Masaat, di Palu, belum lama ini.
Masaat mengaku, telah melakukan pertemuan bersama dengan orang tua, untuk membahas program pembelajaran semester.
“Jadi ada beberapa kesepakatan yang kita buat salah satunya yaitu larangan kembali untuk membawa gawai ke sekolah, karena memang selama ini penggunaan gawai itu lebih banyak untuk bermain game dan hal-hal lain, yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran, kami bersyukur orang tua mendukung,” ujarnya.
Menurut Masaat, selain larangan membawa ponsel, pihaknya juga kembali akan mengaktifkan beberapa ekstrakurikuler yang sempat vakum, dan yang belum ada di sekolah sebelumnya. Hal itu juga mendapatkan persetujuan dari orang tua.
“Kita juga meminta dukungan orang tua untuk mengaktifkan kembali ekskul kita, untuk peningkatan minat dan bakat peserta didik, alhamdulillah ada beberapa yang akan kita bahas kembali dan mendapatkan persetujuan orang tua,” ujarnya.
Masaat berharap, dengan kebijakan itu, dapat mempelancar pembelajaran di semester genap, sehingga dapat berjalan den gan baik. (*/AH)















