ELSINDO, PALU – Inovasi baru sedang diuji coba oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu. Melalui skema Work From Anywhere (WFA) atau belajar dari mana saja, beberapa sekolah mulai merasakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan digital. SMPN 15 Palu dan SMPN 18 Palu menjadi sekolah percontohan dalam ujicoba ini.
Kabid SMP Disdikbud Palu, Erwin Rauf, menjelaskan bahwa program ini mulai diberlakukan pada semester genap dan masih terus dievaluasi. Tujuannya agar pelaksanaan WFA bisa berjalan optimal saat diterapkan secara menyeluruh.
“Sudah berjalan ujicobanya di semester genap ini. Evaluasi juga masih terus berlangsung, setiap ada kendala langsung kita cari solusinya,” kata Erwin, Kamis (10/4/2025).
Meski disambut antusias, program WFA tetap menyisakan sejumlah kekhawatiran, terutama dari kalangan orang tua siswa. Beberapa di antaranya mengeluhkan keterbatasan fasilitas seperti kuota data atau perangkat belajar seperti ponsel pintar dan laptop. Namun, hal ini sudah diantisipasi oleh Disdikbud.
“Sekolah tetap buka secara terbatas selama WFA berlangsung, jadi siswa yang tidak punya fasilitas bisa belajar dari sekolah,” lanjutnya.
Selain itu, kekhawatiran orang tua terhadap potensi penyalahgunaan gawai oleh anak juga menjadi perhatian serius. Untuk itu, Disdikbud Palu mengenalkan aplikasi Rumah Pendidikan yang dilengkapi fitur parental control. Aplikasi ini mampu memantau dan mengendalikan aktivitas digital siswa selama proses belajar berlangsung.
“Di aplikasi itu ada delapan fitur utama, termasuk Ruang Orang Tua dan Ruang Murid. Melalui fitur parental control, orang tua bisa tahu apa saja yang dibuka anak di HP mereka,” terang Erwin.
Lebih dari sekadar solusi teknis, skema WFA juga memberikan keleluasaan bagi siswa untuk belajar secara mandiri, berdiskusi dengan teman tanpa batasan ruang, sekaligus membangun literasi digital sejak dini.
Saat ini, sistem WFA masih diuji dengan skema satu hari belajar dari rumah dan empat hari di sekolah. Namun jika sudah diterapkan secara penuh sesuai arahan Wali Kota Palu, maka akan diberlakukan tiga hari di sekolah (Senin–Rabu) dan dua hari belajar dari rumah (Kamis–Jumat).
“Kami terus evaluasi dan persiapkan dengan matang agar ketika diterapkan penuh nanti, semua pihak sudah siap, baik siswa, guru, maupun orang tua,” pungkasnya. (**)

















