ELSINDO, PALU— Suasana berbeda terasa di Halaman Kantor DPTW PKS Sulawesi Tengah, Ahad (16/8/2026). Riuh tawa anak-anak, semangat generasi muda, hingga keakraban para kader dan pengurus berpadu dalam Gebrak 17 Garuda Keadilan (GK) Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia itu bukan sekadar perlombaan khas perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, Gebrak 17 menjadi ruang perjumpaan lintas generasi yang menghadirkan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., MH, turut hadir dan berbaur bersama peserta. Perempuan yang akrab disapa Bunda Wiwik itu bahkan ikut ambil bagian dalam lomba makan kerupuk.
Keikutsertaannya menjadi gambaran sederhana bahwa semangat kemerdekaan dan kebersamaan tidak mengenal batas usia.
Bunda Wiwik mengapresiasi inisiatif generasi muda Garuda Keadilan yang mengemas peringatan kemerdekaan dalam kegiatan yang sederhana, meriah, sekaligus sarat nilai kebersamaan.
“Ini kegiatan yang sangat baik. Kita bukan hanya memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga membangun kebersamaan dan memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berkreasi dan mengambil peran,” ujar Bunda Wiwik.
Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) DPW PKS Sulawesi Tengah itu menilai, kegiatan seperti Gebrak 17 penting untuk terus didukung. Sebab, generasi muda tidak hanya membutuhkan ruang untuk berpartisipasi, tetapi juga kesempatan untuk menjadi penggagas sekaligus pelaksana kegiatan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri, kreativitas, sekaligus proses regenerasi di lingkungan organisasi.
“Anak-anak muda perlu kita dukung. Mereka harus merasa bahwa kegiatan yang mereka gagas mendapat tempat dan diapresiasi. Dari ruang-ruang seperti inilah kebersamaan dan proses regenerasi dapat tumbuh,” katanya.
Beragam permainan tradisional turut memeriahkan Gebrak 17, mulai dari lomba makan kerupuk, kata berantai, balap karung, corong bola, estafet air hingga estafet sarung.
Pesertanya pun beragam. Anak-anak, generasi muda, kader hingga orang dewasa berbaur tanpa sekat. Sejak pukul 08.00 Wita hingga menjelang zuhur, halaman kantor DPTW PKS Sulawesi Tengah dipenuhi keceriaan dan semangat kompetisi yang tetap dibalut suasana kekeluargaan.
Bagi Bunda Wiwik, justru keberagaman usia itulah yang menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut.
Peringatan kemerdekaan, menurutnya, tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Aktivitas sederhana seperti permainan tradisional pun dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, sekaligus menanamkan semangat nasionalisme.
Ia berharap kegiatan yang melibatkan generasi muda seperti Gebrak 17 dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan. Bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas, kepemimpinan, solidaritas, dan semangat kebangsaan generasi muda.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada dan semakin ramai. Anak-anak muda harus kita dampingi, kita dukung, dan kita beri kesempatan untuk menunjukkan kreativitasnya,” pungkasnya. (**)













