Gubernur Anwar Hafid Terima Audiensi Forum Pemuda Kaili, Dorong Peran Pemuda Jaga Persatuan Daerah

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menerima audiensi Ketua Forum Pemuda Kaili (FPK) Erwin Lamporo bersama jajaran di ruang kerjanya. (FOTO: IST)

ELSINDO, PALU– Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menerima audiensi Ketua Forum Pemuda Kaili (FPK) Erwin Lamporo bersama jajaran di ruang kerjanya, Selasa (30/9/2025). Pertemuan yang berlangsung hangat dengan nuansa kekeluargaan itu turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Sulteng, Drs. Arfan, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FPK Erwin Lamporo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang telah membuka ruang dialog dengan pemuda. Ia menegaskan bahwa FPK siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian dan persatuan di daerah.

“Terima kasih atas dukungan penuh Pemprov Sulteng yang sudah menerima dengan baik pertemuan ini. Kami juga siap menyukseskan Kongres Besar FPK yang akan digelar Desember 2025 mendatang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar Hafid memberikan apresiasi atas kiprah FPK yang konsisten menghimpun aspirasi pemuda dan mendorong kontribusi positif dalam pembangunan Sulawesi Tengah. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak sekaligus penjaga stabilitas sosial di daerah.

“Peran pemuda sangat penting, bukan hanya menjaga stabilitas sosial, tetapi juga memperkuat pembangunan. Pemerintah tentu sangat mendukung ruang-ruang partisipasi yang dihadirkan pemuda,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Anwar juga menggagas pembentukan Taruna Tadulako, sebuah wadah pemuda yang disiapkan sebagai garda penjaga Sulawesi Tengah menghadapi agenda nasional ke depan. Wadah ini juga diproyeksikan untuk mendukung penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX tahun 2027 yang akan digelar di Sulteng.

Ia menegaskan, kolaborasi pemerintah dan pemuda harus terus dipupuk demi menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Saya berharap kerjasama ini dapat menjaga kerukunan antarumat beragama, suku, dan etnis di Sulawesi Tengah. Pemuda adalah perekat sekaligus energi pembangunan daerah,” pungkasnya. (**)