IPM Naik dan Kemiskinan Turun, HUT ke-22 Tojo Una-Una Jadi Momentum Optimisme Pembangunan

ELSINDO, PALU– Peringatan HUT ke-22 Kabupaten Tojo Una-Una tak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga panggung penyampaian capaian positif pembangunan daerah. Dalam upacara yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sejumlah indikator kemajuan Tojo Una-Una dipaparkan ke publik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tojo Una-Una pada 2025 tercatat meningkat menjadi 69,76, naik dari 69,04 pada tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.

Tak hanya itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan. Pada 2025, persentase penduduk miskin turun menjadi 14,67 persen dari sebelumnya 16,36 persen di 2024. Secara jumlah, angka tersebut berkurang dari 26,12 ribu jiwa menjadi 23,59 ribu jiwa.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah dan dukungan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk melalui program unggulan 9 BERANI. Program ini menyasar pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, UMKM, nelayan, pertanian, serta pengembangan pariwisata Togean.

Pada kesempatan itu, gubernur juga memastikan komitmen Pemprov Sulteng untuk meningkatkan konektivitas wilayah kepulauan. Pembangunan jalan lingkar kepulauan Tojo Una-Una direncanakan mulai direalisasikan pada 2026.

“Insya Allah tahun 2026 kita mulai membangun jalan lingkar kepulauan agar konektivitas wilayah semakin baik,” tegasnya.

Menariknya, upacara HUT ke-22 Tojo Una-Una juga menampilkan peran aktif perempuan, di mana seluruh personel upacara dari perwira hingga komandan barisan dipimpin oleh perempuan. “Inilah perempuan BERANI Tojo Una-Una,” ucap gubernur.

Di akhir acara, Gubernur Anwar Hafid menyerahkan bantuan cadangan pangan Pemprov Sulteng berupa 60 ton beras kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, serta 2.000 paket sembako untuk rumah ibadah. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol persaudaraan antardaerah. (**)