Berita  

Jemaah Kloter BPN 9 Tuntaskan Pelontaran Jumrah dengan Lancar, Tempuh Jalan Kaki Hingga 8 Kilometer

Ketua Kloter BPN 9, Muh Syamsu Nursi, bersama sejumlah jemaah saat saat berjalan kaki untuk melontar jumrah. (FOTO: Istimewa)

ELSINDO- Jemaah haji Kloter BPN telah menuntaskan rangkaian pelontaran jumrah di Mina dengan lancar dan tertib. Ketua Kloter BPN 9, Muh. Syamsu Nursi, menyampaikan seluruh jemaah dalam kondisi baik, termasuk jemaah lanjut usia (lansia).

Pada 10 Zulhijjah, seluruh jemaah haji melaksanakan pelontaran Jumrah Aqabah, termasuk jemaah Kloter BPN 9. Setibanya di Mina sekitar pukul 02.00 WAS dini hari, jemaah beristirahat sebelum diberangkatkan menuju lokasi pelontaran pada pukul 08.00 WAS pagi.

Perjalanan menuju lokasi jumrah ditempuh dengan berjalan kaki sejauh sekitar 4 kilometer dari tenda Mina di Maktab 73, Zona 3 Mina. Waktu tempuh perjalanan mencapai sekitar 1 jam 30 menit. Dengan perjalanan pulang-pergi, total jarak yang ditempuh jemaah mencapai sekitar 8 kilometer dalam durasi kurang lebih 3 jam.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah kami yang berjumlah 358 orang, termasuk jemaah lansia, telah menyelesaikan pelontaran Jumrah Aqabah dengan lancar,” ujar Muh. Syamsu Nursi.

Usai pelontaran pada hari pertama, jemaah melaksanakan tahallul dengan menggunting rambut sebagai tanda berakhirnya sebagian larangan ihram. Setelah tahallul, jemaah pun diperbolehkan melepas pakaian ihram dan kembali mengenakan pakaian biasa.

Sementara itu, pada 11 Zulhijjah, jemaah Kloter BPN 9 kembali melaksanakan pelontaran tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Setiap jemaah membawa 21 butir batu, masing-masing tujuh batu untuk setiap jumrah.

Pelaksanaan pelontaran hari kedua juga berlangsung tertib dan lancar. Jemaah mulai diberangkatkan menuju lokasi jumrah pada pukul 01.00 WAS dini hari dan seluruh rangkaian selesai sekitar pukul 03.00 WAS menjelang subuh.

Saat ini, jemaah Kloter BPN 9 masih berada di Mina untuk melanjutkan pelontaran pada 12 dan 13 Zulhijjah karena memilih mengambil nafar tsani, yakni menyempurnakan seluruh rangkaian mabit dan pelontaran hingga hari terakhir di Mina.

Semangat dan kekompakan jemaah menjadi kunci kelancaran ibadah di tengah padatnya aktivitas dan medan perjalanan yang cukup jauh selama prosesi pelontaran jumrah berlangsung. (**)