ELSINDO, PALU – Pengurus dan anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Palu dan sekitarnya mendapat pembekalan khusus terkait manajemen pola hidup sehat dalam sebuah kegiatan pembinaan, Senin, 9 Februari 2026. Tausiah kesehatan tersebut disampaikan oleh Defrizal Siregar, S.Or., AIFO, FIT, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga DPP PKS.
Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, SST, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan merupakan aset utama bagi setiap kader dakwah. Menurutnya, kondisi tubuh yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap kualitas ibadah dan pelaksanaan amanah perjuangan.
“Sehat itu aset. Kalau badan fit, ibadah akan lebih maksimal. Begitu pula dalam menjalankan amanah dakwah. Sebaliknya, jika tubuh tidak sehat, ibadah dan aktivitas kita juga tidak optimal. Kegiatan malam ini adalah bagian dari ikhtiar untuk hidup lebih sehat,” ujar Wahyuddin.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menyerap secara maksimal tips dan pengetahuan tentang gaya hidup sehat yang disampaikan narasumber.
Dalam paparannya, Coach Defrizal mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa 100 persen penyakit degeneratif berawal dari menurunnya fungsi metabolisme atau sindrom metabolik.
“Kita ini rajin makan, rajin rapat, tapi jarang gerak. Bahkan tiap rapat hampir selalu ada makannya,” ujarnya disambut tawa peserta.
Menurut Defrizal, ketika tubuh hanya diisi asupan makanan tanpa diimbangi aktivitas fisik, maka kalori yang masuk akan menumpuk menjadi lemak. Lemak inilah yang kemudian berubah menjadi racun dalam tubuh dan memicu berbagai penyakit.
“Tensi tinggi gara-gara apa? Asam urat karena apa? Gula darah tinggi karena apa? Hampir semuanya bermula dari makanan dan gaya hidup,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah SAW. Bukan hanya Nabi Muhammad, para sahabat utama pun dikenal memiliki fisik yang kuat dan sehat, sehingga mampu berperang dan beraktivitas berat meski dalam kondisi berpuasa.
Di lingkungan PKS sendiri, Defrizal menyebutkan telah ada panduan hidup sehat yang diterapkan secara bertahap. Mulai dari pengaturan pola makan hingga kebiasaan olahraga rutin.
“Di kantor DPP, gorengan sudah dikurangi, diganti buah-buahan. Presiden PKS, Ketua Majelis Syuro, hingga seluruh struktur DPP rutin berolahraga. Ada yang jogging, ada yang olahraga sesuai minatnya. Intinya, semua harus bergerak,” katanya.
Defrizal juga mengungkapkan kebiasaan pribadinya yang tetap menjaga kebugaran di sela ibadah malam. Ia mengaku melakukan 20 hingga 50 kali push up di antara dua rakaat qiyamul lail.
Mengusung tema “Menuju Bugar Sepanjang Usia”, Defrizal berharap kegiatan ini tidak berhenti pada slogan semata, tetapi diiringi komitmen perubahan nyata.
“Perubahan itu menyeluruh. Pengetahuan kita, ruh kita, ibadah kita. Termasuk olahraga. Jangan sampai Ramadan justru membuat olahraga ikut ‘dipuasakan’. Ramadan itu momentum detoks dan penguatan diri. Dalam sejarah, Rasulullah justru banyak berjuang di bulan Ramadan, dan kemenangan besar pun terjadi di bulan mulia itu,” tandasnya. (**)

















