Kakanwil Kemenag Sulteng Junaidin Ajak Bangun Super Team di Momentum HAB ke-80

Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Junaidin, didampingi istrinya, di acara ramah tamah dalam rangka peringatan HAB. (FOTO: HUMAS KEMENAG)

ELSINDO, PALU – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah yang baru dilantik, Junaidin, mengawali kepemimpinannya dengan menggelar ramah tamah bersama seluruh jajaran Kanwil Kemenag Sulteng. Kegiatan yang dirangkaikan dengan penandatanganan pakta integritas ini berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Rabu (7/1/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.

Ramah tamah tersebut menjadi pertemuan perdana Junaidin dengan seluruh Kepala Kemenag kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Hadir pula Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulteng, jajaran ASN Kanwil Kemenag Sulteng, pejabat pengawas Kemenag kabupaten/kota, serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sulteng. Junaidin hadir didampingi Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulteng, Ny. Sandra Junaidin.

Dalam arahannya, Junaidin mengungkapkan refleksi perjalanan pengabdiannya selama 22 tahun di Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa amanah sebagai Kakanwil merupakan takdir sekaligus anugerah dari Allah SWT.

“Saya meyakini jabatan ini sebagai kehendak Allah SWT. Ikhtiar tetap dilakukan, tetapi tidak pernah lepas dari ketetapan-Nya,” ujar Junaidin.

Ia mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali bahwa manusia berusaha dalam menjalani kehidupan, namun arah langkah sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah SWT. Karena itu, jabatan Kakanwil, menurutnya, bukan untuk gagah-gagahan, melainkan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Junaidin juga menyampaikan apresiasi kepada Muchlis, Plt. Kakanwil sebelumnya yang kini menjabat Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulteng, serta Moh. Taslim, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulteng. Keduanya dinilai telah menjadi teladan dan mampu menjaga roda organisasi tetap berjalan meski pimpinan definitif belum terisi.

Momentum ramah tamah ini, lanjut Junaidin, menjadi awal yang baik karena seluruh pimpinan Kemenag kabupaten/kota dapat hadir bersama dalam satu forum. Kehadiran tersebut dinilainya memberi dampak psikologis positif bagi soliditas internal Kementerian Agama di Sulawesi Tengah.

Makna ramah tamah pun dijelaskan dari sisi kebahasaan. Menurutnya, ramah berarti bersahabat dan lemah lembut, sedangkan tamah bermakna bersinergi dan berkomunikasi. Jika dipadukan, ramah tamah menjadi simbol sikap saling merangkul, membangun keikhlasan, serta mempererat silaturahmi antarsesama.

Dalam kesempatan itu, Junaidin juga membagikan proses yang ia lalui menjelang pelantikannya sekaligus menyampaikan pesan Menteri Agama kepada ASN dan anggota DWP Kemenag Sulteng.

Tema HAB ke-80 Kementerian Agama, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, disebutnya sangat relevan dengan semangat kebersamaan yang tengah dibangun. Ia mengajak seluruh jajaran menumbuhkan sinergi dan melangkah bersama dalam menjalankan tugas.

“Dalam kepemimpinan ini tidak ada Superman, yang ada adalah Super Team. Kita harus berkolaborasi,” tegasnya.

Junaidin menekankan pentingnya penguatan soliditas internal untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Berbagai langkah strategis akan didorong, namun menurutnya semua itu hanya dapat terwujud melalui kerja sama dan kolaborasi yang kuat.

Menutup arahannya, Junaidin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama se-Provinsi Sulawesi Tengah.

“Terima kasih atas kebersamaan yang telah terbangun. Mari lepaskan sekat-sekat identitas demi memelihara solidaritas,” pungkasnya. (**)