ELSINDO, PALU- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan bahwa operator Education Management Information System (EMIS) memiliki peran strategis dalam mendukung suksesnya Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) di madrasah unggulan, khususnya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Palu.
Penegasan tersebut disampaikan Junaidin saat membuka kegiatan Optimalisasi Peran Operator EMIS Madrasah Tsanawiyah dalam rangka SNMB MAN IC Palu Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di salah satu hotel di Kota Palu, Sabtu (10/1/2026).

“MAN Insan Cendekia merupakan madrasah unggulan di bawah naungan Kementerian Agama RI yang setiap tahun melakukan seleksi ketat untuk menjaring peserta didik berkualitas. Karena itu, peran operator EMIS sangat menentukan,” ujar Junaidin.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Januari 2026 ini, diikuti oleh 30 operator EMIS Madrasah Tsanawiyah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut juga melibatkan guru dan tenaga kependidikan MAN IC Palu serta tim EMIS Kanwil Kemenag Sulteng.
Junaidin menyampaikan bahwa MAN IC Palu berada langsung di bawah kewenangan Kementerian Agama pusat dan telah menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan dari tahun ke tahun. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan MAN IC Palu adalah keberhasilan bersama. Ke depan, kami siap melakukan pendampingan, bahkan turun langsung ke daerah jika diperlukan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama, terutama dalam pengelolaan data pendidikan. Menurutnya, operator EMIS menjadi ujung tombak dalam memastikan validitas dan akurasi data madrasah.
“Operator EMIS adalah jantungnya madrasah. Kapasitas mereka harus terus ditingkatkan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MAN IC Kota Palu, Mardiati Rosmah, dalam laporannya menyampaikan bahwa keterlibatan aktif operator EMIS menjadi faktor kunci dalam menjamin keabsahan data calon peserta didik.
“Tanpa data yang valid dan akurat dari operator EMIS, MAN IC tidak akan mampu menjaring calon murid terbaik melalui SNMB,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan SNMB tahun sebelumnya, MAN IC Palu menerima 788 pendaftar dan meluluskan 120 peserta didik. Pada tahun ini, MAN IC Palu mengubah pola sosialisasi dengan mengundang langsung pimpinan MTs dan operator EMIS ke Kota Palu guna memperkuat sinergi dan kolaborasi antar madrasah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Palu Ahmad Hasni, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng Muh. Syamsu Nursi, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (**)















