ELSINDO, PALU– Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Junaidin, melakukan silaturahmi dan penguatan moderasi beragama bersama umat Buddha di Wihara Karunadipa, Kota Palu, Ahad (11/1/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penguatan ekoteologi, pembangunan trilogi kerukunan, serta pembinaan generasi muda lintas agama. Menurut Junaidin, kegiatan ini masih berkaitan dengan semangat Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama yang baru saja diperingati pada 3 Januari lalu.
“Silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk hadir di semua komunitas umat beragama, termasuk umat Buddha, dalam rangka memperkuat harmoni dan persatuan,” ujar Junaidin.
Dalam kunjungan tersebut, Junaidin bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas pendidikan yang berada di lingkungan internal umat Buddha, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Ia juga melihat langsung penerapan konsep ekoteologi yang tercermin dari penataan lingkungan Wihara Karunadipa yang ramah alam dan berkelanjutan.
“Ekoteologi merupakan salah satu dari delapan program prioritas Menteri Agama. Di Wihara Karunadipa ini, konsep tersebut terlihat nyata dan bisa menjadi contoh bagi komunitas keagamaan lainnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Junaidin menyampaikan arahan dan penguatan kepada umat Buddha, dengan menekankan beberapa poin penting. Di antaranya penguatan moderasi beragama, trilogi kerukunan yakni kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, serta antara umat beragama dan pemerintah serta penguatan ekoteologi dan pembinaan generasi muda.
Terkait pembinaan generasi muda, Junaidin menegaskan pentingnya peran semua komunitas agama dalam membentengi anak-anak muda dari berbagai ancaman sosial, khususnya penyalahgunaan narkoba.
“Kita harus bersama-sama melindungi generasi muda kita. Mereka adalah calon generasi emas Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Perlindungan dari narkoba dan penyimpangan lainnya menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, isu penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian serius umat Buddha, sehingga sinergi lintas agama sangat diperlukan dalam menjaga masa depan generasi muda.
Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat toleransi serta komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Sulawesi Tengah. (**)















